Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 73 Jadwal Penerbangan Terdampak
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA - Istri Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ani Yudhoyono dikabarkan terserang penyakit kanker darah. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menerangkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mencari waktu untuk menjenguk Bu Ani yang tengah dirawat di Singapura.
Istri dari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tengah menderita penyakit kanker darah dan harus menjalani pengobatan dan perawatan intensif di National University Hospital Singapura, sejak Sabtu 9 Februari 2019.
Moeldoko memastikan, pemerintah akan memberikan perawatan yang maksimal untuk kesembuhan Ani Yudhoyono.
Hal itu sesuai dengan amanat dalam Pasal 7 huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 Tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden RI, menyebutkan bahwa seluruh biaya perawatan kesehatan bekas Presiden dan bekas Wakil Presiden serta keluarganya ditanggung oleh negara.
"Tentu dari sisi keamanan ada sistem yang kita berikan, pasti tanggung jawab negara melekat," terangnya.
Ia juga mendoakan agar Ani Yudhoyono dapat segera diberikan kesembuhan dan diangkat penyakit yang dideritanya. "Pak SBY beserta keluarga untuk tabah menghadapi situasi ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.
Banggar DPR menyebut anggaran kebencanaan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp494 miliar. Dana siap pakai bencana juga disiapkan Rp5 triliun.