Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Jembatan di Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, putus akibat diterjang hujan dan arus sungai yang deras, Kamis (31/1/2019) sore. (Istimewa/ Sutrisno)
Harianjogja.com, BOYOLALI -- Dua jembatan di Boyolali putus akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, sejak Kamis (31/1/2019) siang hingga sore.
Tercatat dua jembatan masing-masing di Desa Repaking dan Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, putus. Jembatan di Repaking bahkan terputus jadi dua di tengah-tengah.
Jembatan itu patah saat ada sepeda motor yang ikut hanyut terbawa arus. Beruntung dengan bantuan warga, motor tersebut berhasil diselamatkan menggunakan tali.
Jembatan Kebonagung-Bedoyo di Dusun Bonagung RT 002/RW 006 Desa Bandung putus lantaran tiang penyangga tidak kuat menahan arus sungai yang deras. Jembatan langsung putus sesaat setelah hujan.
Jembatan itu merupakan jembatan penghubung antardukuh di desa tersebut. Sementara itu, jembatan lain di Dusun Repaking, Desa Repaking, Wonosegoro, putus karena tiang penyangga bagian tengah jembatan ambrol diterjang arus sungai.
Setelah hujan lebat pada Kamis, tiang penyangga jembatan sempat miring hingga akhirnya ambrol pada Jumat sekitar pukul 16.00 WIB.
Wakapolsek Wonosegoro Iptu Anton Indarto mewakili Kapolsek Iptu Maryono menyebutkan saat tiang penyangga jembatan miring, warga masih bisa melaluinya menggunakan sepeda motor. “Saat itu arus lalu lintas relatif lancar dan aman,” ujar Wakapolsek.
Seorang warga Repaking yang ada di lokasi kejadian, Sutrisno, menuturkan saat jembatan hampir ambruk, ada sepeda motor di pinggir sungai yang ikut jatuh. Motor tersebut dievakuasi oleh warga menggunakan tali. “Saat itu tiba-tiba ambruk begitu saja,” ujarnya.
Sutrisno menyebutkan sejak jembatan roboh arus lalu lintas Wonosegoro-Salatiga lumpuh total. Warga yang ingin melintasi jembatan tersebut mesti memutar ke arah Dusun Gandu, Desa Repaking.
Jika melewati jalan tersebut, perjalanan Wonosegoro-Salatiga harus ditempuh memutar sejauh 2 km dengan kondisi aspal jalan yang mengelupas dan berlubang.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Boyolali, Nyoto Widodo, mengatakan jembatan Repaking panjangnya kurang lebih 40 meter dan lebar 4 meter dan merupakan jalan alternatif terdekat dari Desa Repaking dan sekitarnya menuju ke Kota Salatgia.
Jembatan ini juga menjadi pembatas antara Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, dan Dusun Bantal, Kalimaling, Semarang. Nyoto telah berkoordinasi dengan Babinsa setempat untuk melakukan pengamanan.
Nyoto juga telah melaporkan kejadian ini secara berjenjang kepada pemerintah kecamatan, Bupati Boyolali, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.