Advertisement
PSI Nilai Rendahnya Komitmen Prabowo Soal Pemberantasan Korupsi
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui juru bicaranya Dedek Prayudi memberikab komentar terhadap Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengindikasikan wajar jika eks napi korupsi diusung sebagai caleg asalkan uang yang dikorupsi tidak banyak. Menurutnya, hal itu menunjukkan rendahnya komitmen Prabowo dalam memberantas korupsi.
"Hal ini mempertontonkan kepada publik seberapa rendah komitmen antikorupsi Pak Prabowo. Bahkan saya menilai beliau mendukung koruptor untuk tetap berkiprah di jagad politik nasional. Ini adalah soal efek ancam bahwa sekali kamu korupsi, maka karier politikmu tamat," kata Dedek, Selasa (23/1/2019).
Advertisement
Dedek mengingatkan, komitmen antikorupsi Prabowo sebagai capres, terlihat dari bagaimana Ketua Partai Gerindra ini dalam menyeleksi para calegnya dari koruptor.
"Pertama, saya menolak menyebut eks napi korupsi sebagai eks koruptor. Seorang pembunuh saja sudah selesai menjalani hukuman saja tetap disebut pembunuh, bukan eks pembunuh. Kedua, Pak Prabowo sebagai Ketum Gerindra memiliki power untuk menyeleksi kumpulan calegnya agar bersih dari koruptor, tapi beliau tidak melakukan itu," katanya.
BACA JUGA
Juru Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf ini juga mengingatkan kembali tentang bahaya korupsi, walaupun jumlahnya kecil. Ia menegaskan, korupsi adalah racun bagi peradaban berdemokrasi di Indonesia.
"Korupsi bukan soal besar kecilnya. Korupsi adalah soal dampak sistemik. Tidak peduli besar atau kecil uang yang dikorup, dampaknya sama buruknya bagi rakyat, terutama mengingat kualitas kebijakan yang dihasilkan. Capres yang memiliki komitmen antikorupsi pasti paham ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
Advertisement
Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Angin Kencang Landa Jogja dan Sekitarnya, BMKG: Dampak Siklon Luana
- Tujuh Tewas dalam Longsor Disertai Banjir Bandang di Cisarua Bandung
- Google Photos Siapkan Fitur Meme AI dari Foto Pribadi
- Lepas 6 Pemain, Persebaya Datangkan Pedro Matos
- Antisipasi Mudik, Polisi dan KAI Pantau Jalur KA Batara Kresna
- Ahli Gizi Soroti Risiko Terlalu Tinggi Serat pada Pola Makan Harian
- 3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement



