PSI Nilai Rendahnya Komitmen Prabowo Soal Pemberantasan Korupsi

Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
23 Januari 2019 16:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui juru bicaranya Dedek Prayudi memberikab komentar terhadap Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengindikasikan wajar jika eks napi korupsi diusung sebagai caleg asalkan uang yang dikorupsi tidak banyak. Menurutnya, hal itu menunjukkan rendahnya komitmen Prabowo dalam memberantas korupsi.

"Hal ini mempertontonkan kepada publik seberapa rendah komitmen antikorupsi Pak Prabowo. Bahkan saya menilai beliau mendukung koruptor untuk tetap berkiprah di jagad politik nasional. Ini adalah soal efek ancam bahwa sekali kamu korupsi, maka karier politikmu tamat," kata Dedek, Selasa (23/1/2019).

Dedek mengingatkan, komitmen antikorupsi Prabowo sebagai capres, terlihat dari bagaimana Ketua Partai Gerindra ini dalam menyeleksi para calegnya dari koruptor.

"Pertama, saya menolak menyebut eks napi korupsi sebagai eks koruptor. Seorang pembunuh saja sudah selesai menjalani hukuman saja tetap disebut pembunuh, bukan eks pembunuh. Kedua, Pak Prabowo sebagai Ketum Gerindra memiliki power untuk menyeleksi kumpulan calegnya agar bersih dari koruptor, tapi beliau tidak melakukan itu," katanya.

Juru Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf ini juga mengingatkan kembali tentang bahaya korupsi, walaupun jumlahnya kecil. Ia menegaskan, korupsi adalah racun bagi peradaban berdemokrasi di Indonesia.

"Korupsi bukan soal besar kecilnya. Korupsi adalah soal dampak sistemik. Tidak peduli besar atau kecil uang yang dikorup, dampaknya sama buruknya bagi rakyat, terutama mengingat kualitas kebijakan yang dihasilkan. Capres yang memiliki komitmen antikorupsi pasti paham ini," ucapnya.

Sumber : Okezone.com