DEBAT PILPRES: Jokowi Jadikan Pemenuhan Hak Ekonomi sebagai Aspek Utama Penegakan HAM

Jokowi - Maruf Amin. - Ist/ twitter @Pramonoanung
17 Januari 2019 20:31 WIB Budi Cahyana News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menjadikan pemenuhan hak ekonomi, hak sosial, dan hak budaya dalam memajukan Indonesia.

“Visi kami adalah Indonesia Maju. Kami menawarkan optimisme dan menawarkan masa depan Indonesia berkeadilan. Semakin maju dan demokratis, penegakan hukum dan HAM akan semakin baik,” kata Jokowi kala menyampaikan visi dan misi di bidang penegakan hukum dan HAM dalam debat Pilpres 2019 ronde pertama yang disiarkan langsung televisi, Kamis (17/1/2019) malam.

Menurut Jokowi, pemenuhan HAM tidak hanya pada aspek politik dan sipil.

“Pemenuhan hak ekonomi, hak sosial dan budaya menjadi pilihan memajukan indonesia. Akses terhadap pendidikan, permodalan, kesehatan, merupakan pemenuhan hak asasi mansia yang paling mendasar.”

Jokowi juga menyoroti penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu. Persoalan ini, kata dia, tidak mudah dibereskan karena kompleksitas hukum, pembuktian, dan waktu yang terlalu jauh.

“Kami tetap berkomitmen menyelesaikan masalah ini,” ucap Jokowi.

Dia juga mengatakan negara harus menjamin penegakan hukum melalui reformasi kelembagaan dan budaya taat hukum.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.”

Jokowi juga menjanjikan perbaikan sistem penegakan hukum melalui melalui kerja sama JKPK, dan kejaksaan, dan kepolisian,” kata dia.

Jokowi yang diberi tiga menit untuk menyampaikan visi dan misinya kehabisan waktu sehingga tak sempat menjelaskan soal komitmennya mengatasi ancaman terorisme.