Gara-Gara Hamberders, Trump Diolok-olok Burger King

Donald Trump - Reuters
16 Januari 2019 17:55 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Burger King mengolok-olok Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena salah mengeja hamburger menjadi hamberders.

Mulanya,  Trump sesumbar di dalam akun Twitter-nya telah menjamu tim sepak bola Universitas Clemson dengan bermacam makanan cepat saji dari beberapa restoran, termasuk Burger King.

“Senang sekali telah bertemu Juara Nasional Clemson Tigers tadi malam di Gedung Putih. Gara-gara shutdown saya menjamu mereka fast food dalam jumlah besar (yang saya bayar sendiri), ada lebih dari 1.000 'hamberders' dll. Dalam satu jam, semuanya hilang. Orang-orang yang hebat dan sangat doyan makan!” tulis Trump, seperti dikutip People.

Omongan Trump di dalam media sosial tersebut mungkin hanya sekadar tulisan, tetapi jagat internet jeli menangkap kesalahan eja ‘hamburger’ yang dituliskan oleh Trump menjadi ‘hamberder’.  

Kesalahan eja tersebut tak lama kemudian memang diperbaiki, tapi momen itu sempat di-capture oleh warganet dan menimbulkan keramaian. Tak mau ketinggalan dalam keramaian, Burger King melontarkan lelucon sendiri di Twitter.

“Karena pesanan dengan jumlah besar yang datang kemarin, kami semua kehabisan hamberders. Kami hanya melayani hamburger hari ini,” tulis Burger King, seperti dikutip Bloomberg.

Meski terdengar seperti lelucon yang menyenangkan, tetapi beberapa pakar pemasaran menganggap tindakan Burger King itu tidak bijaksana.

Laura Ries, seorang konsultan pemasaran yang berbasis di Atlanta, mengatakan memahami sikap perusahaan yang hanya ingin menjadi bagian dari percakapan media sosial. Tapi, menurutnya, Burger King harus menjaga pesan mereka agar tetap positif alih-alih mengejek.

“Benar-benar nada yang salah. Itu tidak lucu. Itu kejam. Tidak peduli apa yang dipikirkan tentang presiden itu, presiden tetap saja presiden,” ujar Ries.

Burger King sendiri berdalih ingin menjadi bagian dari topik yang sedang hangat dan juga menyatakan bangga bahwa burgernya telah disajikan ke tim sepak bola itu.

“Kami suka berseloroh dengan apa yang menyebar di internet dan outlet berita, tetapi tidak pernah bemaksud kejam,” terang pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia