Sempat Hilang 11 Jam, Bayi Nova Ditemukan Selamat dari Tsunami Selat Sunda

Bayi Nova di lokasi pengungsian Lampung Selatan. - Ist via Okezone
13 Januari 2019 12:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, LAMPUNG SELATAN – Bayi berusia sekitar 1,5 bulan Novalika Azkia Putri alias Nova selamat dari hantaman gelombang tsunami Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018. Ia selamat meskipun sempat tidak jelas keberadaannya selama 11 jam.

Sanali Khasan (60) dan istrinya Suha (39), orang tua bayi Nova, di lokasi pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (12/1/2019), membenarkan anaknya itu akhirnya bisa diselamatkan.

"Sudah sekira 11 jam tidak jelas keberadaannya. Akhirnya besok paginya baru bisa ketemu masih hidup, tertimbun puing-puing berserakan," ujar Sanali seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/1/2019).

Keberadaan bayi Nova diketahui karena terdengar tangisan di luar rumahnya. Di tubuh bayi Nova masih terlihat beberapa bekas luka, seperti di sekitar kepalanya.

Kini bayi Nova diasuh kakaknya Lia (18) yang juga selamat dari tsunami, karena saat kejadian sedang berada di luar desa untuk suatu keperluan.

Kondisi bayi Nova bersama para pengungsi lain masih bertahan di posko ini, juga terus dipantau oleh tim medis yang masih terus bertugas membantu para korban tsunami itu pula.

Menurut tim medis dan relawan di posko pengungsian tersebut, sampai sekarang terdata masih ada 248 orang di posko pengungsian ini, 128 di antaranya anak-anak, dengan 14 balita, termasuk ada anak kembar. Namun, sebagian pada siang hari kembali ke rumah/permukiman masing-masing.

Sanali menuturkan, saat malam kejadian, sama sekali tak ada tanda-tanda akan terjadi bencana tsunami di kawasan pesisir tersebut. Bayinya itu pun sedang disusui oleh ibunya, hingga gelombang tsunami datang dan mereka berhamburan mencari tempat aman.

"Terdengar suara beletak-beletak disertai geledek di sekitarnya, namun sama sekali tak menyangka akan terjadi tsunami di sini," ungkap Sanali.

Di lokasi pengungsian, warga korban tsunami khususnya anak-anak masih bersekolah dan berharap mendapatkan bantuan peralatan belajar dan baju seragam, mengingat harta benda termasuk pakaian dan perlengkapan sekolah mereka hilang tersapu gelombang tsunami.

Sumber : Antara