SOSOK: Andyah Cintya Laksita, Jadi Penerima Penghargaan Film Termuda di Bosnia

Cintya (tengah) ditemani sang ibu Rosalina Sri Redjeki (kiri) saat menerima penghargaan Special Award Viva Film Festival 2018 di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina. - ist
12 Desember 2018 10:35 WIB Salsabila Annisa Azmi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Melalui pengamatan jelinya terhadap sisi lain kehidupan seorang dokter hewan, Andyah Cintya Laksita, 11, membingkai cerita dalam sebuah film berjudul Jamilah's yang menyentuh hati banyak manusia dan berhasil menyabet penghargaan di Bosnia.

Perawakannya kecil, sebingkai kacamata bertengger di hidung mungilnya. Masih berbalut seragam merah putih, Cintya, mengaku dirinya adalah seorang pencinta binatang. Saat usianya tujuh tahun, Cintya gemar membawa pulang kucing-kucing jalanan yang kelaparan.

Dia merawat kucing-kucing itu di rumahnya. Selain kucing, dia juga memelihara anjing. "Kalau pelihara kucing jalanan sudah lama banget, dari umur tujuh tahun, sekarang udah enggak [pelihara kucing jalanan]," kata Cintya kepada Harian Jogja belum lama ini.

Anjingnya rutin dia periksakan ke dokter hewan langganannya yang bernama Andre Lisnawan. Dokter hewan ini memiliki kebiasaan berkeliling Kota Jogja, khususnya pasar, untuk memberi makan kucing-kucing jalanan.

"Kucing jalanannya semua dinamai Jamilah, tertariknya sama cara [dokter] pas manggil-manggil kucingnya, Jamilah, Jamilah gitu," kata gadis kecil yang bersekolah di SD Pangudi Luhur ini.

Momen itulah yang kemudian memantik ide di kepala Cintya untuk mendokumentasikannya dalam bentuk film. Dari sinilah film Jamilah’s Friend diawali. Sejak kecil, Cintya memang gemar mengamati keluarganya membuat film dalam komunitas Orca Film.

Pengamatan itu membawanya menyukai segala proses membuat film. Kemudian dibuatlah perencanaan syuting dan jadwal untuk mengikuti kegiatan rutin Andre Lisnawan.

Persiapan take film yang kurang lebih memakan waktu satu bulan banyak mengalami kendala. Seperti hujan yang memundurkan jadwal syuting Cintya, hingga kru kamera yang membantunya memiliki jadwal produksi cukup padat. Akhirnya dibantu sang ibu, mereka mencari videographer dari sebuah universitas. "Syutingnya cuma sehari aja, dari jam 10 malam sampai jam 2 pagi, iya, ngikutin dokter Andre keliling kasih makan kucing. PR dan tugas udah diselesaikan dulu," kata putri dari Rosalina Sri Redjeki dan Harsito ini.

Mengendarai motor bersama sang ibu, Cintya mengikuti Andre Lisnawan berkeliling kota mulai dari kawasan Taman Pintar, Malioboro, hingga Kraton Ngayogyakarta. Sesekali dia berjalan untuk mengarahkan videographer mengambil merekam momen yang dianggapnya menarik. Misalnya saat Andre Lisnawan memanggil kucing-kucing liar yang biasa diberinya makan, dan secara serempak kucing-kucing itu menyeruak keluar menghampiri Andre. Para kucing memakan makanan sehat dari sang dokter hewan dengan lahap tanpa menyisakan sedikitpun.

 

Visual Bicara

Film garapan Cintya tidak memiliki dialog panjang. Cintya membiarkan visual yang menyampaikan pesan-pesan filmnya kepada penonton. "Aku pengin penonton sadar kalau kucing di jalanan juga butuh disayang, jadi enggak cuma [kucing] yang di rumah aja," kata gadis yang kini juga menekuni ilmu jurnalistik ini.

Ada satu pesan lagi yang disampaikan Cintya melalui Jamilah's Friend, yaitu tentang pencegahan overpopulasi kucing liar. Sebagai dokter hewan, Andre Lisnawan juga melakukan kegiatan sterilisasi kucint jalanan disela kegiatan kelilingnya mencari Jamilah. Sebab banyak orang yang tidak mau mensterilisasi kucing peliharaan mereka, akhirnya terjadi overpopulasi dan pemiliknya membuang kucing-kucing itu ke jalanan. Mereka kemudian bertahan hidup dengan memakan sisa makanan manusia di pasar yang menyebabkan tumbuhnya cacing di dalam tubuh mereka.

Jamilah's Friends ikut bersaing dengan 1.550 karya lain dari 110 negara dalam festival film dokumenter internasional, Viva Film Festival 2018.

Karya Cintya pun berhasil menyabet Special Award Viva Film Festival 2018 di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina pada Sabtu (15/9) waktu setempat. Cintya merupakan penerima penghargaan termuda di sana.