Sosiolog : Tradisi Berziarah ke Makam Tokoh Besar Berakar dari Kepercayaan Animisme

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Kota Jogja, Kamis (20/9/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
25 November 2018 05:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Makam tokoh besar atau yang dianggap keramat kerap menjadi tujuan ziarah masyarakat Indonesia.

Berziarah ke makam para tokoh besar nasional sudah menjadi tradisi bagi Muslim di Indonesia. Banyak juga yang berharap petuah karena dipercaya lewat makam “orang suci” itu, maka doa cepat dikabulkan.

Merespons hal tersebut, Sosiolog Universitas Nasional Sigit Rochadi, kebiasaan itu tetap ada karena sudah mengakar di masyarakat.

“Makam merupakan tempat yang dipercaya sakral dan tempat bersemayam jiwa atau roh yang memiliki kekuatan yang diharapkan membantu orang-orang yang mengunjunginya. Ini berakar pada tradisi masyarakat,” tutur Sigit, Kamis (22/11/2018).

Tradisi itu menurutnya mengakar karena masih kentalnya kepercayaan animisme di masyarakat. Hal ini menurutnya harus diantisipasi dengan menyulap kuburan menjadi taman.

“Karena itu untuk mencegah menguatnya tahayul, kuburan diubah menjadi taman. Di sini orang mengunjungi makam seperti bermain dan menikmati keindahan taman,” terangnya.

Seharusnya, kata dia, tujuan dari berziarah tersebut adalah untuk mendekatkan batin antara keluarga yang terlebih dulu ditinggalkan dengan almarhum atau almarhumah.

“Dengan ziarah berharap dapat mendekatkan diri kepada almarhum atau almarhumah,” kata dia.

Sumber : Okezone.com