Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Solo 2026 Jalur Domisili-Mutasi
SPMB Solo 2026 resmi dibuka. Simak jadwal, syarat, kuota SD-SMP jalur domisili dan mutasi lengkap di sini.
Ilustrasi Macan/YouTube
Harianjogja.com, KARANGANYAR- Hewan buas dikabarkan turun ke permukiman warga di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Warga Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar merasa resah dengan beredarnya kabar macan yang selama ini mendiami lereng Gunung Lawu turun ke permukiman warga.
Keresahan tersebut ditambah dengan laporan adannya tujuh hewan ternak milik warga yang mati seperti habis dimangsa hewan buas.
Belum lagi, hewan ternak yang hilang secara mendadak. Kabar kemunculan hewan buas yang selama ini ada di lereng Gunung Lawu pun dibenarkan oleh pihak Polsek Tawangmangu, Karanganyar.
Menurut Kapolsek Tawangmangu AKP Ismugiyanto, pihaknya telah mendapatkan laporan adannya macan yang turun kepemukiman.
Bahkan ada salah satu masyarakat bernama Arjo Paimin, warga RW 11 Dusun Sendang, mengaku sempat diserang macan saat dirinya memergoki hewan buas itu tengah masuk ke dalam kandang hewan peliharaannya.
"Salah seorang peternak bernama Arjo Paimin pada Rabu malam tengah membuat keranjang di rumahnya. Saat tengah membuat keranjang, dia mendengar ada keributan di kandang kambing yang berada di sebelah rumahnya. Karena penasaran, Arjo mengecek kandang. Saat itu dia melihat seekor macan masuk dalam kandang," papar Ismu, Jumat (2/11/2018).
Melihat kehadiran manusia, Macan itupun lari. Arjo pun menemukan 3 ekor kambing dalam kondisi sekarat setelah mendapat gigitan pada bagian leher.
"Sehari sebelumnya, kejadian serupa juga dialami peternak bernama Karto Wagiyo. Karto baru tahu kalau hewan ternak kambingnya diserang macan, saat hendak memberi makan kambingnya yang berada dalam kandang," ujar Ismu.
Seperti halnya Arjo, Karto pun menemukan empat ekor kambingnya mati dan kambing miliknya yang lain dalam kondisi sekarat.
Menyusul adannya serangan macan dan untuk meredam kecemasan warga, pihaknya, ungkap Ismu, menggelar patroli bersama Koramil, BKSDA dan Perhutani.
Meski begitu, Ismu meminta agar masyarakat tetap waspada saat beraktifitas. Selain itu, pihaknya pun mengimbau agar warga memperkuat kandang miliknya.
"Kami tengah menyelidiki turunnya macan ini. Dan kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan kalau bisa kandang hewan ternaknya di buat yang kuat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
SPMB Solo 2026 resmi dibuka. Simak jadwal, syarat, kuota SD-SMP jalur domisili dan mutasi lengkap di sini.
10 rekomendasi film Juli 2026: Spider-Man, Moana live action, Petaka Gunung Welirang, dan banyak lagi. Catat jadwal tayangnya dan siapkan daftar tontonan Anda!
Popcorn berbahaya untuk balita di bawah 4 tahun! Risiko tersedak dan aspirasi ke paru-paru mengintai. Simak penjelasan dokter dan camilan alternatif yang aman.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Istirahat di mobil dengan AC nyala memang praktis, tapi waspadai gas karbon monoksida! Pelajari penyebab sebenarnya "keracunan AC" dan tips aman perjalanan.
restorasi Gumuk Pasir Bantul, Gumuk Pasir Parangkusumo, penataan kawasan pantai selatan Bantul, penebangan vegetasi Gumuk Pasir, cemara udang Parangkusumo, Satp