MK Enggan Menghapus Larangan Mantan Pemakai Narkotika 'Nyalon' Kepala Daerah
Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menolak untuk menghapuskan larangan pemakai narkotika mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma\'ruf Amin (kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8/2018)./ANTARA-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah survei terbaru menggambarkan elektabilitas pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019.
Elektabilitas bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma\'ruf Amin untuk sementara unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Sejak kedua pasangan itu mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 10 Agustus, tingkat pengenalan, kesukaan, dan keterpilihan merangkak naik.
Faktor calon wakil presiden turut mempengaruhi elektabilitas Jokowi dan Prabowo yang merajai survei sekian lama.
Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Jokowi-Ma\'ruf memiliki elektabilitas 52,2%, sedangkan Prabowo-Sandi 29,5%. Terdapat 18,3% masyarakat yang belum menentukan pilihan atau menjawab tidak tahu ketika ditanya surveyor.
"Keunggulan Jokowi-Ma\'ruf dari Prabowo-Sandi sekitar 23%. Kalau di atas 50% sudah magic number," kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/8/2018).
Adjie mengklaim survei tersebut paling anyar dibandingkan dengan lembaga lain. Menurutnya, sejak 10 Agustus banyak diadakan jajak pendapat di media sosial, tetapi tidak dapat menggambarkan kondisi riil di masyarakat.
"Polling di medsos hanya wahana untuk meramaikan Pilpres 2019," ujarnya.
Temuan itu didapat LSI lewat survei yang diadakan dari 12-19 Agustus 2018 dengan mengambil sampel 1.200 responden berusia di atas 17 tahun dari seluruh Indonesia.
Mereka diwawancarai secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Marjin kesalahan dalam survei sebesar +/-2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menolak untuk menghapuskan larangan pemakai narkotika mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.