Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Cegah Sel Kanker
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Muhaimin Iskandar/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan cawapres Ma\'ruf amin soal kubu Prabowo Subianto yang tak menaati ijtima ulama sempat diprotes Muhaimin Iskandar.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meluruskan pernyataan bakal cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin soal pernyataannya yang menyinggung koalisi Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno. Maruf Amin menyebut pilihan Prabowo tidak sesuai Ijtima Ulama.
Cak Imin menilai ada media yang salah kutip pernyataan Ketua MUI.
"Saya kira itu salah kutip, saya sudah cek ke Kyai Maruf Amin, yang dimaksud Kyai Maruf Amin bukan seperti itu," ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
Seperti diberitakan, Maruf Amin menyindir kubu Prabowo yang tidak mempedulikan rekomendasi Ijtima Ulama dalam menunjuk calon wakil presiden. Padahal, kata Ma\'ruf, kubu tersebut mengaku-ngaku menghargai ulama.
Menurut Muhaimin, Maruf Amin tidak pernah bicara seperti itu.
"Kemarin saya komplain juga lho, Pak Kyai ngapain ngomong kayak begini? \'Ah nggak saya nggak pernah ngomong begitu\'," kata dia.
Politikus yang gagal menjadi cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019 ini kemudian meluruskan pernyataan Maruf Amin.
"Kalau bahasa sederhananya Kyai Maruf Amin bisa menjembatani umat Islam. Kyai Maruf Amin bersedia sebetulnya Kyai Maruf Amin kan tidak mau, tapi terpaksa mau karena beliau pintu yang bisa menyerap aspirasi umat. Makanya jembatannya beliau kepada pemerintah dan kekuasaan," katanya.
Untuk diketahui, Prabowo sebelumnya direkomendasikan Ijtima Ulama agar memilih Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres. Namun koalisi PKS, PAN dan belakangan Demokrat malah mendeklarasikan pasangan Prabowo - Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.