Advertisement

Ngontrak Rumah, Terduga Teroris Tak Tunjukkan KTP dengan Alasan Kecopetan

Newswire
Senin, 09 Juli 2018 - 22:22 WIB
Nina Atmasari
Ngontrak Rumah, Terduga Teroris Tak Tunjukkan KTP dengan Alasan Kecopetan Tiga orang anggota Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 sedang menjalankan tugasnya. - Antara/Rony Muharrman

Advertisement

Harianjogja.com, SUKABUMI- Dua orang perempuan istri terduga teroris ditangkap di Kampung Nangklak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/7/2018).

Mereka diketahui mengontrak rumah di kawasan Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamaran Cicurug. Mereka mengaku kepada pemilik kontrakan berasal dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Advertisement

"Sejak mengontrak pada 22 Juni 2018, keluarga ini hanya bilang berasal dari Jakarta saat diminta KTP atau kartu keluarganya tidak pernah memberikan dengan alasan kecopetan, sehingga tidak ada identitasnya," kata pemilik kontrakan Mumuh, di Sukabumi, Senin.

Ternyata kontrakan tersebut diisi dua keluarga dengan rincian dua pria, dua wanita, dan dua anak-anak.

Menurutnya, selama mengontrak rumahnya, dua keluarga terduga teroris tersebut tidak menunjukkan perilaku yang aneh. Mereka kerap terlihat berbelanja ke warung yang tidak jauh dari kontrakan.

Karena itu, ia dan istrinya mengaku terkejut dan tidak menyangka keluarga yang mendiami kontrakannya tersebut terlibat terorisme.

"Tidak ada yang aneh dari keluarga ini, bahkan saya sering mendengar mereka mengaji dan juga tidak tertutup sehingga kami tidak mencurigainya," katanya lagi.

Mumuh mengatakan kontrakan yang dihuni enam jiwa tersebut hanya berukuran 5x6 meter persegi. Hingga saat ini dua istri terduga teroris tersebut masih diperiksa intensif di Mapolsek Cicurug, namun awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian termasuk identitas mereka.

Keduanya ditangkap ketika sedang berkendara menggunakan kendaraan roda empat jenis Kijang Inova bernomor polisi B 1737 KYA. Kabarnya, kedua orang itu kini diserahkan ke Unit PPA Mapolres Metropolitan Bekasi Kota untuk dilakukan penyidikan. Kepala Kepolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto hingga kini belum dapat dimintai keterangannya.

Satuan Pengamanan (Satpam) Perumahan Prima Harapan, Budi Setyo membenarkan adanya penangkapan istri terduga teroris.

"Kejadiannya pukul 09.20 WIB, ada penyergapan sebuah mobil oleh belasan polisi bersenjata," kata Budi yang sempat menyaksikan, Senin (9/7/2018).

Penangkapan kedua istri terduga teroris itu tidak jauh dari Mapolsek Bekasi Utara. jarak penangkapan dengan Polsek setempat hanya 50 meter.

Budi mengaku, sempat ada koordinasi antara Densus 88 dengan pihak keamanan di Perumahan Prima Harapan.

"Iya, sebelum penangkaan itu, kami semua diruruh tutup portal akses masuk, tidak lama Densus langsung memberhentikan sebuah mobil dan langsung membawa, tidak lama cuma 10 menitan," tandansya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement