Aman Abdurrahman Sebut Pembom Surabaya Orang Sakit Jiwa

Newswire
Newswire Jum'at, 25 Mei 2018 17:50 WIB
Aman Abdurrahman Sebut Pembom Surabaya Orang Sakit Jiwa

Terdakwa kasus dugaan serangan teror bom Thamrin dengan terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018) dengan agenda sidang pembacaan pledoi dari terdakwa dan penasihat hukumnya./ ANTARA-Wahyu Putro A

Harianjogja.com, JAKARTA—Terdakwa tindak pidana terorisme Aman Abdurrahman menegaskan ia tidak pernah menyerukan murid-muridnya untuk menyerang aparat keamanan atau polisi sebagai target teror.

"Dari kejadian di Surabaya itu, saya katakan, orang-orang yang melakukannya atau merestuinya atau mengajarkan, atau menamakan jihad adalah orang-orang yang sakit jiwa," kata Aman saat membacakan nota pembelaan atau pledoi saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

Aman menegaskan ia memang dengan tegas menolak sistem negara demokrasi dan menyebut negara Indonesia sebagai negara thogut. Akan tetapi ada dalil-dalil yang diyakini menjadi bahan pertimbangan baginya untuk tidak menyerang aparat kepolisian.

"Dalam rekam kajian atau tulisan yang disebarluaskan belum melontarkan seruan kepada saudara-saudara kami yang hidup di tengah masyarakat ini untuk menyerang aparat keamanan karena pertimbangan dalil-dalil," jelas Aman.

Oleh karena itu, Aman melihat aksi-aksi teror bom yang menyerang markas kepolisian di beberapa tempat di Indonesia, khususnya di Surabaya hanya dilakukan oleh orang sakit jiwa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online