Resmi! Standar B50 Berlaku Juli 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Bus pariwisata Agam Tungga Jaya terguling setelah bertabrakan dengan bus Mira di Nganjuk, Sabtu (12/5/2018) pagi. (Antara)
Madiunpos.com, NGANJUK - Bus Mira kembali terlibat kecelakaan. Kecelakaan yang menewaskan tiga nyawa itu terjadi di Jalan raya Nganjuk-Surabaya, Dusun Klinter, Desa Pelem, Kertosono, Nganjuk, Sabtu (12/5/2018) pagi.
Diberitakan Antara, Sabtu, tabrakan itu terjadi antara bus Mira dengan bus pariwisata Agam Tungga Jaya. Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Nganjuk Iptu Roni Andreas mengemukakan kronologi kecelakaan tersebut. Bus Mira berpelat nomor polisi S 7217 US yang disopiri Rizki Budi Wicaksono, 30, warga Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, melaju dengan kecepatan tinggi dari barat ke timur.
"[Bus Mira] Diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi dan saat sampai di TKP [tempat kejadian perkara] kurang hati-hati ketika mendahului kendaraan lain di depannya dan berpindah lajur," kata dia.
Ia menambahkan posisi bus Mira terlalu ke kanan saat menyalip tanpa memerhatikan situasi arus lalu lintas dan kurang menjaga jarak aman. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan ada bus pariwisata Agam Tungga Jaya berpelat nomor AE 7262 UP. Bus pariwisata itu disopiri Yanuar Setiawan, 27, warga Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Boyolali.
"Karena jarak yang sudah dekat dan tidak bisa dihindarkan lagi terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan adanya korban," katanya.
Total ada 10 orang yang menjadi korban kecelakaan tersebut, lima orang di antaranya penumpang bus Mira dan sisanya dari bus pariwisata. Tiga korban dari penumpang bus Mira meninggal dunia di lokasi kejadian yakni Nur Hadi, 52, warga Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk; Feri Indriyasih, 26, warga Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk; Suwarno, 37, warga Desa Godean, Kecamatan Loceret, Nganjuk.
Sedangkan dua korban lain dari bus Mira adalah Warno, 42, warga Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk, dan Saji Siswanto, 54, warga Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Nganjuk. Keduanya mengalami luka ringan.
Sedangkan korban dari bus pariwisata adalah Frendolin Andri Susanto, 30, warga Jambi; Phoebe, 22, warga Tamansari, Jakarta Barat; Herry Maridjo, 64, warga Desa Gondang Catur, Kecamatan Depok, Sleman, DIY; Agus Hudoyo, 33, warga Desa Purworejo, Kecamatan Teras, Boyolali, dan Kevin Ruslim, 20, warga Desa Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Para korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, untuk mendapatkan perawatan. Luka yang mereka alami tidak terlalu parah, tapi tetap harus mendapatkan perawatan.
Roni menambahkan petugas langsung ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah mengurusi para korban. Dari hasil olah TKP, diketahui badan bus Mira penyok. Selain itu, kaca bus Mira juga pecah.
Demikian juga dengan bus pariwisata Agam Tungga Jaya tersebut rusak di bagian depan sebelah kanan. Badan bus penyok dan kaca bagian depan pecah.
Kecelakaan itu terjadi di jalur provinsi yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Arus lalu lintas sempat tersendat akibat musibah itu.
Sebelum insiden yang menewaskan tiga nyawa ini, Bus Mira tercatat telah beberapa kali mengalami kecelakaan. April lalu, tiga bus patas yakni Bus Eka, Mira, dan Sumber Selamat terlibat dalam kecelakaan di Sidowayah, Ngawi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Pemakaman Ali Khamenei resmi dimulai di Iran. Prosesi kenegaraan berlangsung sepekan hingga 9 Juli 2026 dan dihadiri delegasi dari lebih 100 negara.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 5 Juli 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Normalisasi Sungai Jogja dipercepat. Pemkot menargetkan Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong rampung dalam dua tahun dengan penataan bantaran.