Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kepala Staf Presiden Moeldoko./Suara-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA- Aparat telah berhasil menguasai Mako Brimob Depok yang sempat dikuasai narapidana teroris dengan menyandera aparat keamanan.
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan prosedur pelepasan sandera di Mako Brimob sudah berjalan sangat baik sesuai dengan perintah langsung Presiden Joko Widodo. Ia membeberkan teknik yang dilakukan oleh kesatuan komando hingga akhirnya para narapidana teroris menyerah.
Moeldoko menjelaskan seusai mendapatkan petunjuk dari Presiden, kesatuan komando yang diketuai oleh Menko Polhukam Wiranto mengambil beberapa langkah tindakan, yakni serbu, penekanan, dan taktis.
"Ada dalam militer maupun kepolisian adalah prosedur pengambilan keputusan, Menkopolhukam, wakapolri, panglima TNI, kepala BIN, biasa untuk melihat situasi dengan jernih akhirnya ada beberapa alternatif tindakan yang dipilih," jelas Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).
Lebih lanjut Moeldoko mengatakan tahap penekanan yang dimaksud ialah kesatuan komando tidak memberikan kesempatan para napiter untuk mendapatkan fasilitas, seperti listrik maupun makanan. Karena makanan ini lah akhirnya, napiter mau menyerahkan sandera meskipun dalam waktu yang cukup lama.
"Listrik dimatikan, air dimatikan, makanan tidak diberikan, setelah malam ada keluhan dari mereka akhirnya yang satu dilepas. Secara terbatas makanan kami berikan," katanya.
Ia pun menambahkan, pada saat semua napiter menyerah masih ada 10 napiter yang bertahan. Oleh karena itu, kesatuan komando melakukan penyerbuan dengan ditandai oleh ledakan-ledakan, Kamis (10/5/2018) pagi hari.
"Tetapi masih ada 10 yang tertinggal. Di situlah perintah untuk melakukan serbu dan kemarin ada ledakan-ledakan itu serbuan," tambahnya.
Moeldoko pun sempat memaparkan alasan kesatuan komando tidak langsung menghabisi 10 napiter tersebut.
"Dan yang 10 menyerah terakhir kenapa tidak dihabisin karena ada konvensi Jenewa kalau lawan sudah menyerah itu tidak boleh dibunuh," ujarnya.
Ia pun berharap dari penjelasan di atas bisa meluruskan persepsi-persepsi tentang Mako Brimob yang beredar di masyarakat dan tidak lagi menimbulkan perdebatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
27 Juli, peringati Kudatuli, Hari Sungai Nasional, dan Hari Orang Tua. Pelajari sejarah dan makna di balik tanggal penting ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.