Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Warga bernama Kentut./Suara
Harianjogja.com, TANGERANG- Seorang warga Tangernag, Banten berjuang agar pengadilan mengubah identitasnya yang bernama "Kentut".
“Apalah arti sebuah nama?”, begitulah penggalan kalimat dalam roman tragedi terkenal sastrawan Inggris Shakespeare, “Romeo dan Juliet”, yang kerap dikutip orang-orang untuk membenarkan bahwa sebuah nama tak berarti apa-apa.
Namun, diktum tersebut tak berlaku bagi seorang laki-laki di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, yang sehari-hari berjualan mi ayam sekaligus guru ngaji bernama: “Kentut”.
Sebab, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “kentut” adalah diksi yang diartikan sebagai gas berbau busuk (gas busuk) yang keluar dari anus.
Maya Aulia Apriliani, jurnalis Banten Hits—jaringan Suara.com, berkesempatan menemui Kentut yang tengah berjuang untuk mendapatkan legalitas perubahan namanya.
“Saya mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Tangerang agar bisa mengubah nama dari Kentut menjadi Ihsan Hadi,” tutur Kentut di PN Tangerang, Senin (16/4/2018).
Ia menuturkan, mempunyai alasan kuat untuk memohon pergantian namanya. Sebab, ia kerap kali menjadi sasaran olok-olok teman-temannya karena namanya yang tergolong unik.
“Tak hanya itu, kasihan juga anak perempuan saya. Dia masih bersekolah, dan seringkali diejek teman-temannya karena nama bapaknya ini,” katanya.
Lelaki berusia 28 tahun itu mengajukan permohonan perubahan nama ke PN Tangerang didampingi pamannya, Rebo, 45.
Kehadiran paman dan keponakan yang memiliki nama unik ini, praktis membuat pengunjung sidang, tak terkecuali hakim, tersenyum-senyum saat menyidangkan perkara tersebut.
Menurut Rebo, nama keponakannya itu benar-benar diberikan orang tua saat yang bersangkutan lahir ke dunia. Mereka memberi nama Kentut karena diduga kurang memahami dampak yang akan ditimbulkan.
“Namanya juga orang di kampung, dan waktu itu orang tuanya asal memberi nama. Alhasil, sewaktu melengkapi administrasi kependudukan, kedua orangtuanya tersebut menyebut Kentut sebagai nama dari anaknya tersebut,” jelasnya.
Kentut yang tiap hari mengajar mengaji Alquran kepada warga sekitar perlu mengganti. Sebab, ia menilai Kentut saat ini telah menjadi panutan warga. “Memang saat ini warga telah berhenti mengejek Kentut. Sudah bosan mungkin. Sekarang Kentut adalah panutan karena dia seorang ustaz,” tandasnya.
Kentut sudah mengurus persoalan administratif perubahan namanya. Kekinian, ia tinggal menunggu majelis hakim, apakah namanya bisa diubah, ataukah tetap sebagai Kentut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.