Mau Hadiri Pernikahan, Rombongan Pengantin Asal Jawa Tengah Jadi Korban Pemerasan di Lampung

newswire
newswire Minggu, 15 April 2018 05:17 WIB
Mau Hadiri Pernikahan, Rombongan Pengantin Asal Jawa Tengah Jadi Korban Pemerasan di Lampung

Ilustrasi./Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam

Harianjogja.com, LAMPUNG-Kejadian tak menyenangkan dialami rombongan calon pengantin asal Jawa Tengah saat akan menghadiri pernikahan di Lampung.
Rombongan calon pengantin asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menjadi korban pemerasan (pemalakan) di Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung tepatnya Jalan Jepara Kampung, Kecamatan Way Jepara.

Rencananya rombongan calon pengantin asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah itu akan melangsungkan pernikahan di Lampung Timur pada Minggu (15/4/2018).
"Terjadi pemalakan di Jalan Lintas Pantai Timur Way Jepara, tepatnya di depan Rumah Makan Jepara Agung. Korbannya keluarga besan kami dari Rembang, hari ini pukul 07.00 WIB," kata keluarga korban pemalakan, Dian Ansori warga Sukadana, Lampung Timur, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Dian, rombongan keluarga calon pengantin dan calon besannya yang menumpang dua unit minibus itu diberhentikan oleh sejumlah pemuda, lalu dimintai uang dengan alasan mobil yang ditumpangi mereka berasal dari Pulau Jawa dan mesti izin lewat.

Dia menjelaskan, sebelumnya rombongan keluarga calon besannya itu telah dibuntuti dari Jalan Lintas Pantai Timur Way Curup, Kecamatan Mataram Baru.
"Keluarga calon besan saya bingung dengan aturan tersebut, dan merasa takut juga karena ingin buru-buru sampai di Sukadana," ujarnya.

Korban berharap, kata Dian, polisi menindak tegas orang yang melakukan pungli atau pemalakan di jalanan yang beraksi di Jalan Lintas Pantai Timur Kabupaten Lampung Timur tersebut, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Apalagi Pemkab Lampung Timur dipimpin Bupati Chusnunia Chalim dan Wakil Bupati Zaiful Bokhari telah mencanangkan salah satu prioritas ditangani adalah membenahi masalah keamanan dan memberikan jaminan ketertiban di tengah masyarakat daerah ini. Lampung Timur menjadi salah satu kawasan rawan kriminalitas dan konflik sosial di Lampung.

Saat ini Bupati Chusnunia nonaktif karena mencalon wakil gubernur Lampung berpasangan dengan Arinal Djunaidi. Plt Bupati setempat adalah Zaiful Bokhari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online