Advertisement
Debat Publik Pilgub Jatim, Gus Ipul-Puti Janji Perbaiki Madrasah
Bakal Calon Gubernur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kiri), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (tengah) dan Bakal Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno (kanan) bertemu saat silaturahmi dengan sejumlah kyai se-Jawa Timur, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/2). Silaturahmi ke sejumlah pesantren tersebut guna memperkenalkan Puti sebagai pasangan Gus Ipul dalam Pilgub Jatim sekaligus meminta restu dan dukungan kepada sejumlah kyai berpengaruh. - ANTARA FOT
Advertisement
Harianjogja.com, SURABAYA—Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, janji bakal meningkatkan fasilitas sekolah madrasah diniyah.
Dalam Debat Publik I Pilgub Jatim, Selasa (10/4/2018), Gus Ipul-Puti menilai selama ini fasilitas madrasah diniyah kurang mendapat perhatian. Gus Ipul mengatakan pada dasarnya keberadaan sekolah madrasah diniyah tersebut adalah untuk penanaman akidah dan ideology.
Advertisement
Sekaligus juga menanamkan bahwa siswa tersebut adalah orang Indonesia. Selain itu, pendidikan madrasah diniyah jiga merupakan pendidikan katakter yang selama 10 tahun ini sudah dibiayai oleh pemerintah.
"Memang fasilitas Madrasah Diniyah ini tidak memadai seperti sekolah formal lainnya, tapi kalau ini bisa direvitalisasi dan dilakukan sedikit tambahan Insya Allah akan menambah pendidikan lebih bagus dan fasilitas bagus," katanya saat menjawab pertanyaan dari moderator Debat Publik I Pilgub Jatim, Selasa (10/4/2018).
Dia mengatakan selama ini sudah ada 10.000 guru yang disekolahkan, dan muridnya nanti akan diberi subsidi dan pembangunan fasilitas yang didukung secara bertahap untuk meneruskan program yang selama ini sudah ada.
Puti menambahkan pihaknya punya program Madin Plus yang sudah ada sebelumnya maka dana BOS daerah. Namun nantinya, pasangan ini berkomitmen akan memeperluas atau menambah pemberian BOS daerah bagi madrasah diniyah.
"Kami juga akan beri insentif para santri dan ustad dan bagiamana agar mereka dapat kesempatan mendapat pendidikan ke luar negeri agar pendidikan meningkat. Perjuangan untuk dapat BOS dari pusat akan kami upayakan," katanya.
Sementara itu paslon nomor urut 1, Khofifah dan Emil justru akan mengelola dana pendidikan secara merata hingga ke pelosok daerah yang menurutnya tidak tersentuh oleh pemerintah. Selain itu, perlu ada pemerataan level sekolah umum dengan madrasah diniyah.
"Saya dan mas Emil akan negosiasi dengan pemerintah pusat bahwa BOS juga berlaku untuk madrasyah dinyah. Kesejahteraan guru juga butuh perhatian luar biasa dari pemangku kebijakan," kata Khofifah.
Menurut Emil, yang terpenting dalam meningkatkan pendidikan madrasah diniyah adalah mengatasi ketimpangan antara di desa dan kota, wilayah selatan dan utara.
"Pengelolaan jangan sampai ada ketimpangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement









