FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berunjuk rasa di depan kantor KPU Jateng, Selasa (10/4/2018). (Antara-Wisnu Adhi N.)
Haranjogja.com, SEMARANG - Organisasi mahasiswa Muhammadiyah turun ke jalan memprotes dugaan kecurangan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah dalam Pilgub 2018.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah bisa saja mengklaim diri netral dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, namun menjadi hak publik untuk mempercayai ataukah tidak. Keterlambatan KPU Jateng memasang alat peraga kampanye (APK) yang hanya menguntungkan calon yang telah diketahui masyarakat terbukti memicu demonstrasi.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Selasa (10/4/2018), berunjuk rasa di depan kantor KPU Jateng di Kota Semarang demi memprotes keterlambatan pemasangan APK Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng itu. Demo mahasiswa itu berlkangsung tertib di bawah pengawalan ketat polisi, namun nyata menunjukkan turunnya kepercayaan publik atas netralitas penyelenggara pemilu lokal itu.
Dalam aksi unjuk rasa itu para mahasiswa demonstran membawa sejumlah spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan, "Menuntut Profesionalisme KPU Jateng", "Telat 1,5 Bulan Adakan Baliho Cagub-Cawagub Jateng?", dan "Berikan Solusi Keterlambatan Pengadaan APK". Koordinator aksi Badrun Nari menilai bahwa keterlambatan pemasangan APK Pilgub Jateng di daerah-daerah oleh jajaran KPU ini menguntungkan calon incumbent alias petahana semata.
"Selain menguntungkan petahana, keterlambatan pemasangan APK Pilgub Jateng perlu ditindaklanjuti apakah ada unsur kesengajaan, kami mencurigai hal itu karena KPU memberikan alasan yang tidak masuk akal," katanya di sela-sela unjuk rasa.
Menurut dia, seharusnya KPU Jateng bisa mengantisipasi keterlambatan pemasangan APK dengan mempersiapkan proses lelang pengadaan sebaik-baiknya. "Keterlambatan pemasangan APK juga berdampak pada antusiasme masyarakat dalam mengikuti semua tahapan Pilgub Jateng," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menuntut KPU Jateng bertanggung jawab dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai lembaga penyelenggara pemilu, serta tidak memihak salah satu pasangan calon gubernur. "Kami siap membantu KPU dalam mengawal jalannya semua tahapan Pilgub Jateng sehingga bisa terselenggara dengan lancar," katanya.
Ketua KPU Provinsi Jateng Joko Purnomo saat dimintai konfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa pemasangan APK Pilgub Jateng 2018 dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah. "Targetnya pada bulan ini [April 2018] semua APK sudah didistribusikan ke semua daerah," ujarnya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.