Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah ladang di Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pembunuhan Gunungkidul terjadi disebuah ladang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Di hari yang fitri ini, kabar duka datang dari Gunungkidul. Sesosok mayat perempuan paruh baya ditemukan di sebuah ladang di Dusun Cingkrang, Tepus, Kecamatan Tepus.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena bagian leher dan kaki terikat sementaraa di dekat jasad ditemukan ceceran darah. Diduga kuat wanita ini menjadi korban pembunuhan.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, mayat pertama kali oleh Ponco Sudarmo usai mencari pakan ternak sekitar pukul 06.30 WIB. Melihat kejadian
tersebut, ia langsung melaporkan ke pemilik lahan, Broto Riyanto.
"Saya langsung melaporkan kejadian pembunuhan ini ke polsek," kata Broto saat ditemui di lokasi, Jumat (17/7/2015) pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.