Cegah Aset Mangkrak, Dewan Gunungkidul Desak Pendataan
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah ladang di Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pembunuhan Gunungkidul terjadi disebuah ladang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Di hari yang fitri ini, kabar duka datang dari Gunungkidul. Sesosok mayat perempuan paruh baya ditemukan di sebuah ladang di Dusun Cingkrang, Tepus, Kecamatan Tepus.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena bagian leher dan kaki terikat sementaraa di dekat jasad ditemukan ceceran darah. Diduga kuat wanita ini menjadi korban pembunuhan.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, mayat pertama kali oleh Ponco Sudarmo usai mencari pakan ternak sekitar pukul 06.30 WIB. Melihat kejadian
tersebut, ia langsung melaporkan ke pemilik lahan, Broto Riyanto.
"Saya langsung melaporkan kejadian pembunuhan ini ke polsek," kata Broto saat ditemui di lokasi, Jumat (17/7/2015) pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Menaker Yassierli menargetkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung akhir Oktober 2026, dengan perhatian pada pekerja sektor informal.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.