Pemkab Gunungkidul Siapkan Sterilisasi Monyet Ekor Panjang, Pemberian Pakan Dihentikan
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah ladang di Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pembunuhan Gunungkidul terjadi disebuah ladang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Di hari yang fitri ini, kabar duka datang dari Gunungkidul. Sesosok mayat perempuan paruh baya ditemukan di sebuah ladang di Dusun Cingkrang, Tepus, Kecamatan Tepus.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena bagian leher dan kaki terikat sementaraa di dekat jasad ditemukan ceceran darah. Diduga kuat wanita ini menjadi korban pembunuhan.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, mayat pertama kali oleh Ponco Sudarmo usai mencari pakan ternak sekitar pukul 06.30 WIB. Melihat kejadian
tersebut, ia langsung melaporkan ke pemilik lahan, Broto Riyanto.
"Saya langsung melaporkan kejadian pembunuhan ini ke polsek," kata Broto saat ditemui di lokasi, Jumat (17/7/2015) pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.