Advertisement

PENUSUKAN POLISI DI SARKEM : Pelaku Mengaku Habis Pesta Miras

Ujang Hasanudin
Minggu, 23 November 2014 - 14:45 WIB
Mediani Dyah Natalia
PENUSUKAN POLISI DI SARKEM : Pelaku Mengaku Habis Pesta Miras

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/18/empat-penganiaya-polisi-di-sarkem-ditangkap-552962">Empat dari tujuh tersangka pengeroyokan anggota Brimob Polda DIY Brigadir Toni Narwoko yang ditangkap
Tim Khusus Polresta Jogja dan Polda DIY diketahui tengah merayakan ulang tahun sambil pesta minuman keras sebelum menganiaya
korban. Hal itu terungkap dari pengakuan tersangka yang diperiksa penyidik Polresta Jogja.

"Sebelum melakukan [penganiayaan] tersangka sempat pesta minuman keras," kata Kepala Polresta Jogja Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso, Sabtu (22/11/2014)

Advertisement

Keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menangkap tiga pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi polisi.
Sementara itu, untuk http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/17/penusukan-polisi-di-sarkem-usai-dibacok-senpi-dirampas-552546">senjata api milik korban, Slamet mengaku hingga kemarin sore masih dilakukan penyelidikan karena pihaknya
belum bisa menggali keterangan yang utuh. Korban masih berobat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.

"Keterangan korban masih berubah-ubah," kata Slamet. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/19/saling-pandang-diduga-jadi-penyebab-polisi-ditusuk-di-sarkem-553249">Saling Pandang Diduga Jadi Penyebab Polisi Ditusuk di Sarkem)

Menurut Slamet, peristiwa penganiayaan yang terjadi Minggu (16/11/2014) dini hari lalu di kawasan Pasar Kembang, dipicu karena saling lirik antara korban dan tersangka. Tersangka JW yang memiliki acara ulang tahun tak terima dilirik korban kemudian marah. Sementara korban sudah mengakui sebagai anggota Brimob Polda DIY.

Namun tersangka tak menghiraukan bahkan balik menantang dan mengaku sebagai anggota Polresta Jogja. Keributan terjadi. JW membacokan pisau ke bagian punggung korban, pinggang dan tangan. Sementara teman-teman JW hanya ikut memukul.

Slamet juga membantah pernyataan Ketua Jaringan Pemantau Polisi (JPP) DIY yang menyatakan bahwa korban menyalahi prosedur tugas karena tanpa didampingi tim. Menurut Slamet, korban tidak sedang melakukan penangkapan saat mendatangi lokasi. Melainkan penyelidikan.

"Korban sedang dalam tugas lidik [penyelidikan] dan tugas penyelidkan sebagai intel sah-sah saja sendirian," ujar Slamet.

Sebelumnya JPP mendesak polisi melakukan penyelidikan internal. Ia mempertanyakan korban tidak didampingi tim.

"Ceroboh sekali polisi menangkap pencuri sendirian tanpa diback up tim. Padahal target sudah dikantongi korban," ujar Ketua JPP Bambang Tiong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bawa Tikar Sendiri di Pantai Krakal Diminta Bayar, Ini Kata Pemkab

Bawa Tikar Sendiri di Pantai Krakal Diminta Bayar, Ini Kata Pemkab

Gunungkidul
| Sabtu, 04 April 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement