Advertisement
KURIKULUM 2013 : Yayasan Pendidikan Katolik Nilai Pemerintah Belum Siap
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Yayasan Pendidikan Katolik menilai pemerintah sangat tidak siap dalam mengaplikasikan kurikulum itu. Akibatnya, sekolah kesulitan dalam mengembangkan pembelajaran untuk siswa.
Ketua Asosiasi Sekolah Josuit Indonesia, Baskoro Puji Nugroho menyampaikan penerapan Kurikulum 2013 tidak diimbangi dengan persiapan matang pemerintah untuk menerapkannya secara nyata di institusi pendidikan. Dia menganggap, pemerintah asal-asalan mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Advertisement
Sebagai contoh, kata dia, fakta mengenai pendistribusian buku belajar pegangan kurikulum untuk siswa yang tidak jelas. Adapun tahun ajaran baru sudah berjalan sebulan lamanya. Selain itu, baru 60% guru yang sudah diberikan pembekalan untuk menyampaikan kurikulum terbaru.
"Maka dari itu lebih baik penerapan kurikulum 2013 ini disetop saja. Penerapan kembali dilakukan jika pemerintah sudah benar-benar siap merealisasikannya di sekolah-sekolah," ujarnya di sela-sela acara Konferensi Sekolah Katolik Indonesia yang berlangsung di Universitas Sanata Dharma (USD), Jumat (15/8/2014).
Menurut dia, akan lebih efisien jika penerapan Kompetensi Dasar Satuan Pendidikan (KDSP) kembali diberlakukan. Setidaknya, sampai pemerintah memiliki kematangan konsep dalam memberlakukan kurikulum paling anyar itu.
Semua yang terjadi serba timpang tindih ini, tambahnya, menghambat pembelajaran yang disampaikan. Imbasnya, kompetensi yang ingin dicapai dari kurikulum terbaru sulit tercapai. Bahkan justru lebih buruk dari yang terjadi sebelumnya.
"Sekali lagi, kurikulum ini ditujukan untuk murid. Sebenarnya cakupan-cakupan dalam kurikulum ini bagus, sangat mendalam. Kesalahannya hanya berada pada ketidakseriusan dan ketidaksiapan pemerintah dalam menerapkannya," paparnya lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement




