Advertisement
DUKUN JAGAL DARI SUMBING : Di Kampungnya, Muhyaro Dikenal sebagai Petani Biasa
Advertisement
[caption id="attachment_434072" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/02/dukun-jagal-dari-sumbing-di-kampungnya-muhyaro-dikenal-sebagai-petani-biasa-434071/muhyaro-ktp-merdekacom" rel="attachment wp-att-434072">http://images.harianjogja.com/2013/08/muhyaro-KTP-merdekacom-370x185.jpg" alt="" width="370" height="185" /> JIBI/Harian Jogja/Merdeka.com
KTP Muhyaro[/caption]
Muhyaro (45) http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/02/dukun-jagal-dari-sumbing-tiga-korban-dibunuh-tidak-bersamaan-434020">bukan hanya tersangka penipuan, tapi juga membunuh 3 korbannya. Pria ini juga menyebabkan gugurnya perwira Polda Jateng AKP Yahya R Lihu. Seperti apakah sosok pelaku penipuan sekaligus jagal ini?
Advertisement
Muhyaro, warga Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Magelang itu berwajah oval, berambut lurus dan disisir ke samping kanan. Kumisnya tipis dan sedikit memanjang hingga melebihi ukuran bibir.
Oleh warga setempat, Muhyaro bukan siapa-siapa. Sehari-hari ia bertani, menggarap kebun sayur loncangnya. Kebunnya, yang jauh dari permukiman warga itu, berjarak 1 km dari rumah.
"Ia petani," kata salah satu perangkat desa Hasim yang ikut mengevakuasi mayat Muhyaro dari jurang di lereng Gunung Sumbing, Kamis (25/7/2013) lalu.
Bagi beberapa orang luar daerah, ternyata Muhyaro bukan hanya petani biasa. Ia dianggap sebagai dukun dengan 'spesialisasi' penggandaan uang. Belum jelas bagaimana cara kerjanya, tapi ia sudah berhasil mengelabui beberapa korban. Salah satu korbannya adalah anak guru besar Undip bernama Yulanda Rifan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muhyaro pernah berurusan dengan penegak hukum. Ia ditangkap dalam kasus pencurian. "Kejadiannya beberapa tahun lalu," ungkap seorang perwira kepolisian di Polres Magelang.
Meski demikian, aksi kriminal Muhyaro tak berhenti. Diam-diam ia berpraktik sebagai dukun pengganda uang.
Muhyaro tewas terjun ke jurang saat digelandang polisi, Kamis (25/7/2013) lalu. Saat kejadian, AKP Yahya mengikat tangannya ke tangan Muhyaro dengan harapan tersangka tidak kabur. Namun nasib berkata lain. Ia ikut terseret ke jurang dan menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke rumah sakit.
Di kebun Muhyaro, polisi menemukan 3 mayat yang dikubur secara tidak beraturan, Sabtu (27/7/2013). Salah satu mayat masih terlihat baru dikuburkan. Jasadnya masih utuh. Di dekatnya ditemukan 2 mayat lain yang sudah agak rusak. Ketiga mayat ini dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diautopsi.
Belum diketahui bagaimana cara Muhyaro membunuh para korban. Juga apakah ia melakukannya sendirian atau dibantu orang lain. Polisi masih terus mendalami kasusnya. Minggu (28/7/2013), penyisiran dilakukan lagi untuk memastikan ada tidaknya korban jagal dari lereng Gunung Sumbing ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement





