Advertisement
Indonesia Masih Kekurangan Pegawai Pajak Siapa Berminat?
Advertisement
[caption id="attachment_419243" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=419243" rel="attachment wp-att-419243">http://images.harianjogja.com/2013/06/pajak-ILUSTRASI-solopos-370x257.jpg" alt="" width="370" height="257" /> Foto Ilustrasi
JIBI/SOLOPOS[/caption]
JAKARTA—Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan jumlah pegawai pajak di Indonesia masih jauh sedikit dibandingkan dengan negara-negara maju yang justru memiliki penduduk lebih sedikit dari Indonesia.
Advertisement
Direktur P2 Humas Ditjen Pajak Kismantoro Petrus memberi contoh Jepang yang hanya memiliki populasi separuh dari Indonesia, memiliki jumlah pegawai pajak dua kali lipat lebih banyak dari Indonesia.
“Jepang itu pegawai pajaknya 62.000, tapi penduduk yang dilayani cuma sekitar sembilan puluh hingga seratusan juta orang,” jelas Kismantoro, seusai pembukaan pelatihan Ditjen Pajak dan Kejaksaan Agung, Senin (24/6/13).
Kismantoro mengatakan biaya pengumpulan pajak (collection cost) di Indonesia masih sangat rendah, yakni 0,5% dari total penerimaan pajak, sehingga masih banyak ruang bagi Ditjen Pajak untuk menambah biaya dengan penambahan pegawai.
Ditjen Pajak menyatakan optimistis mencapai tax ratio sebesar 20% dari saat ini sebesar 11%, jika pemerintah menambah jumlah pegawai pajak.
“Dengan kondisi pegawai kita saat ini, tidak semuanya dapat melayani WP [wajib pajak],” jelas Kasubag Humas Ditjen Pajak Sriyadi Setyanto akhir pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement





