Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
http://images.harianjogja.com/2013/03/DEMOKRAT10-370x246.gif" alt="" width="370" height="246" />JAKARTA--Wacana pencalonan keluarga SBY sebagai ketua umum Partai Demokrat dibantah Jero Wacik.
Wacik, yang menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat, mengatakan SBY tidak menginginkan Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, ataupun Pramono Edhie Wibowo dicalonkan sebagai ketua umum dalam Kongres Luar Biasa.
"Nggak, itu [pencalonan Ani, Ibas dan Pramono] kelihatannya tidak mungkin karena beliau [SBY] juga tidak berkehendak," katanya, Senin (18/3/2013).
Dia menambahkan tokoh yang akan maju sebagai calon ketua umum Demokrat harus mendapatkan restu Majelis Tinggi. Namun, tegasnya, sampai saat ini struktur pimpinan tertinggi Demokrat tersebut belum menetapkan nama bakal calon.
"Jadi Majelis Tinggi yang menentukan nanti siapa-siapanya. Belum tentu anggota Majelis Tinggi, bisa dari luar tetapi yang penting Majelis Tinggi yang memberi arahan, ini bagian dari penyelamatan partai," kata Wacik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Satpam RSJ Grhasia Sleman viral karena video promosi unik fasilitas rumah sakit. Netizen malah ramai berkomentar lucu di media sosial.
Perempuan 30 tahun di Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal di rumahnya. Polisi mengimbau warga lebih peduli pada kondisi psikologis kerabat.
Novotel Suites Yogyakarta Malioboro secara resmi mengumumkan rangkaian agenda lingkungan bertajuk "Wave of Change".
Kejari Jaksel memutuskan tidak menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa usai pelimpahan tahap dua kasus dugaan fitnah terkait ijazah Jokowi.
Kemenhut tetapkan 4 tersangka pembukaan lahan ilegal di hutan pendidikan UGM Ngawi, dua ekskavator disita dan kasus terus dikembangkan.