Bos Summarecon Diduga Beri Rp1,5 Miliar untuk Urus SHGB
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
http://images.harianjogja.com/2013/03/anas11.jpg" alt="" width="259" height="194" />JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang dipanggil KPK hari ini, Jumat (15/3/2013) atas kasus korupsi http://www.harianjogja.com/baca/2013/03/14/anas-urbaningrum-warga-twitter-tunggu-tuah-jumat-keramat-387881">Simulator SIM Polri mengaku tak tahu menahu soal proyek tersebut.
"Saya tidak tahu mengapa saya dijadikan saksi," ujar Anas saat tiba di gedung KPK.
Pemanggilan Anas itu berdasarkan informasi dari mantan Bendahara Demokrat Muhamad Nazaruddin yang menginformasikan ada keterlibatan Anas dalam kasus itu.
Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menuturkan tidak tahun apa dan bagaimana tentang pengadaan alat simulator SIM di Korlantas Polri.
"Yang saya tahu adalah SIM [Surat Izin Mengemudi], kalau SIM saya tahu, karena saya pernah ujian SIM dan dapat SIM."
Namun, ujian SIM yang pernah dijalaninya itu, katanya, tidak menggunakan alat simulator, tetapi ujian biasa.
Saat ditanya soal pertemuan dirinya dengan Irjen Pol. Djoko Susilo, Anas tidak memberikan penjelasan, karena langsung masuk ke gedung KPK. "Selebihnya nanti akan saya sampaikan setelah selesai pemeriksaan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Nusron Wahid mengaku pengunduran diri dari kepengurusan Golkar sudah dibahas dengan Bahlil sejak tahun lalu.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.