Advertisement
Pesulap Limbad Calon Bupati Tegal, Bukti Demokrasi Makin Dangkal
Advertisement
http://images.harianjogja.com/2013/02/Limbad-370x2081.jpg" alt="" width="370" height="208" />JOGJA- Keputusan pesulap http://www.harianjogja.com/baca/2013/02/26/pesulap-limbad-calonkan-diri-jadi-walikota-tegal-382969">Limbad menjadi calon Bupati Tegal dikritik Pengamat Politik UGM Arie Sujito.
Realitas para pesohor seperti artis atau pesulap terjun ke politik menurut Arie, menegaskan kualitas politik saat ini hanya sekadar politik hiburan. Pesta demokrasi memilih pemimpin daerah hanya dimaknai secara formalitas asal dapat merebut kekuasaan.
Advertisement
Padahal substansinya, politik atau menjadi pemimpin adalah pengabdian. Banyak nilai di sana. Selain kredibilitas calon pemimpin juga tujuan berpolitik yakni untuk menyejahterakan rakyat banyak.
“Kalau seperti itukan (artis terjun ke politik) hakikatnya asal dapat memenuhi jumlah suara saja asal karena dapat berkuasa saja karena mereka populer,” kritik Arie.
Demokrasi seperti itu menurut Arie makin dangkal. Kondisi seperti ini akibat mesin partai yang tak bekerja. Partai gagal melakukan kaderisasi guna menghasilkan calon pemimpin berkualitas. Dampaknya kata dia justru ke masyarakat yang memilih pemimpin jenis ini.
Lantaran hanya mengandalkan popularitas tanpa disertai kredibilitas calon pemimpin, akhirnya nanti kebijakan yang dibuat juga merugikan masyarakat. Kuncinya kata Arie, di masyarakat itu sendiri. Apakah mau mereka dipimpin oleh orang yang tak kredibel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement




