Ini Lokasi Rumah Laksamana Maeda, Tempat Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Prabowo Subianto berbicara di hadapan pendukungnya di Jakarta, Jumat (19/3/2019)./Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Prabowo dinilai harus diingatkan soal kondisi pahit mengenai kekalahannya di Pilpres 2019.
Mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta agar ada seseorang di kubu Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, untuk berani mengatakan pahit kepada kedua junjungannya tersebut.
Sebab, kesalahan dalam "membisik" diyakini Andi Arief bisa berdampak negatif.
Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter miliknya @andiarief_. Menurut Andi Arief, Prabowo kekinian terkesan menuntut segala cara agar bisa memenangkan Pilpres 2019.
"Harus ada yang berani bicara pahit pada Pak Prabowo. Kesalahan membisik, bisa menjadi negatif. Seolah Pak Prabowo menuntut dengan segala cara untuk menang," kata Andi Arief seperti dikutip, Kamis (13/6/2019).
Andi Arief mengakui cuitannya di media sosial seringkali tidak menyanjung pimpinan Partai Gerindra itu.
Namun, ia meminta agar usulannya ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kubu Prabowo - Sandiaga Uno.
"Tuit-tuit saya mungkin tidak menyanjung, tapi mudah-mudahan dalam suasana tenang layak dipikirkan," ungkap Andi Arief.
Untuk diketahui, belakangan Andi Arief yang berada di bawah naungan Partai Demokrat dan tergabung dalam koalisi Prabowo - Sandiaga Uno kerap kali melontarkan cuitan pedas menyindir Prabowo Subianto.
Salah satu cuitan yang cukup menggemparkan adalah tudingan Andi Arief mengenai keberadaan setan gundul sebagai pemasok kemenangan menyesatkan 62 persen.
Perolehan suara 62 persen untuk kemenangan Prabowo - Sandiaga Uno tersebut diklaim didapatkan dari hasil survei internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Gempa M5,4 mengguncang perairan Sulteng Minggu dini hari. Getaran terasa hingga Luwuk, Gorontalo, dan Bone Bolango. Tidak berpotensi tsunami.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 23 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu tertinggi mencapai 32°C, warga diminta waspada kebakaran.
Jose Mourinho mengawali periode kedua di Real Madrid dengan kemenangan 2-1 atas Espanyol berkat gol penentu Carlos Espi pada menit ke-90.
Kementerian PU mengerahkan 10 personel dan dua truk tangki air untuk membantu penanganan karhutla di Bulungan, Kalimantan Utara.
Sekitar lima hingga tujuh perusahaan berminat berinvestasi di kawasan industri Piyungan, Bantul. Namun, status kawasan masih menunggu kepastian pusat.