Ford Digugat Konsumen AS, Diminta Kembalikan Biaya Tarif Impor Trump
Ford menghadapi gugatan class action di AS. Konsumen menuntut pengembalian dana atas biaya tambahan tarif impor yang dibebankan pada Mustang Mach-E.
Ridwan Kamil saat diwawancarai wartawan/Wisnu Wage
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan konten konten di media sosial yang menyebutkan bahwa Masjid Al Safar yang didesain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil adalah masjid iluminati, sebagai kabar bohong atau hoaks.
Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menegaskan bahwa kabar yang menyebut bahwa Masjid Al Safar di KM 88 tol Cipularang, Jawa Barat merupakan masjid luminati adalah berita bohong atau hoaks.
Ferdinandus mengatakan Ridwan Kamil, selaku Gubernur Jawa Barat, juga telah mengklarifikasi mengenai hal tersebut.
Illuminati adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776.
“Ridwan Kamil sudah konfirmasi juga bahwa masjid tersebut tidak ada kaitannya dengan Iluminati, beliau coba menerapkan arsitektur baru yaitu pengembangan desain dari setiap tempat,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (12/6/2019).
Disamping itu, berdasarkan klarifikasi dari Ridwan yang juga Arsitektur Masjid Al Safar, disebutkan bahwa tidak ada niatan untuk membangun masjid Iluminati.
Ferdinandus mengutip pernyataan Ridwan, menyebut bahwa pengembangan bentuk segitiga diambil berdasarkan konsep-konsep dari berbagai arsitektur dunia.
“Itu sudah kami sampaikan [bahwa itu hoaks] pada Senin lalu,” kata Ferdinandus.
Sebelumnya, Masjid Al Safar yang didesain oleh Ridwan Kamil ramai diperbincangkan netizen di dunia maya karena dianggap membentuk bangunan segitiga. Bentuk itu dikait-kaitkan dengan simbol Illuminati.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat itu pun angkat bicara lewat akun Instagram @ridwankamil. Menurutnya, Masjid Al Safar adalah hasil riset teori Folding Architecture alias lipatan. Seperti origami, hasilnya adalah lekukan dan ruang berbentuk segi tiga.
“Jika hasilnya ditafsir macam-macam, itu dipersilakan. Seperti Monas yang ditafsir macam-macam. Saya tidak perlu marah terhadap tafsir, yang penting saya jelaskan bahwa jika Masjid Al Safar dikatakan sebagai implementasi dari simbol-simbol Iluminati itu adalah kesimpulan keliru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ford menghadapi gugatan class action di AS. Konsumen menuntut pengembalian dana atas biaya tambahan tarif impor yang dibebankan pada Mustang Mach-E.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 14 lainnya.
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Ganjar Pranowo mengajak kader PDIP Jogja mendengarkan aspirasi Gen Z serta meneladani semangat Bung Karno dalam membaca, berdiskusi, dan berpolitik.
Kemnaker mengingatkan pekerja mewaspadai penipuan BSU 2026 melalui tautan palsu, pesan WhatsApp, dan permintaan data pribadi.