Dua Pemuda Sukoharjo Dibekuk Usai Rampas Ponsel di Sragen
Dua pemuda dibekuk aparat Polsek Sambungmacan bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen, Kamis (8/9/2022) sore.
Sejumlah pengunjung membeli tiket masuk di gerbang retribusi Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan, Sabtu (8/6/2019). (Solopos.com-Tri Rahayu)
Harianjogja.com, SRAGEN — Objek wisata pemandian air panas andalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, terhitung sepi pengunjung pada libur Lebaran 2019.
Pengelola objek wisata menilai jumlah pengunjung tak berubah bila dibandingkan dengan jumlah pengunjungan pada liburan biasa, yakni antara 100-200 orang. Padahal pada libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 1.000-an pengunjung.
Pengelola Objek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan, Yanuar P.S., saat ditemui JIBI/Solopos di objek wisata setempat, Sabtu (8/6/2019), menyampaikan kondisi wisata Bayanan yang memprihatinkan tersebut terjadi sejak tiga tahun terakhir. Yanuar mengatakan tak diminatinya objek wisata tersebut disebabkan kurang adanya perhatian dari Pemkab Sragen karena tidak ada perbaikan dan penambahan fasilitas.
Dia melihat daya tarik pengunjung datang sekarang hanya tinggal pemandian air panasnya yang sebenarnya terbatas. Yanuar sudah berulang kali mengusulkan untuk pengembangan objek wisata Bayanan kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sragen tetapi belum ada respons.
Dia mengungkapkan dengan keterbatasan tersebut justru target pendapatan asli daerah (PAD) ditingkat menjadi Rp150 juta pada 2019. Padahal dua tahun terakhir (2017-2018), ujar dia, capaian PAD-nya kurang dari Rp100 juta.
“Berdasarkan Perda No. 2/2019, tiket masuk untuk hari biasa hanya Rp5.000/orang dan pada hari libur naik menjadi Rp6.000 per orang. Pengunjung harian di luar hari libur hanya 10-20 orang. Kalau hari libur naik menjadi 100-200 orang. Libur Lebaran yang biasanya mencapai 1.000-an orang, sejak tiga tahun Lebaran hanya sama jumlahnya seperti hari libur biasa, seperti Minggu,” ujarnya.
Yanuar mengatakan para pengunjung objek wisata Bayanan berasal dari wilayah Ngawi dan sejumlah daerah di Jawa Timur dan Karanganyar. Dia melihat animo dari masyarakat Sragen sendiri relatif minim. Dia mengatakan selain minimnya fasilitas di objek ini, anjloknya pengunjung di objek ini disebabkan adanya objek wisata competitor lainnya di wilayah Ngawi dan Karanganyar.
“Sebenarnya banyak fasilitas bermain anak, kolam renang, dan seterusnya tetapi semua tidak terawat dan rusak. Gapura masuk ini saja terpaksa digempur sebulan lalu karena tidak bisa untuk lewat bus pariwisata. Beberapa waktu lalu ada bus yang hendak masuk tetapi akhirnya batal karena tidak bisa melewati gerbang masuk,” tuturnya.
Yanuar bersama empat penjaga objek wisata Bayanan itu berharap ada perhatian dari Pemkab Sragen untuk pengembangan objek wisata Bayanan. Yanuar masih ingat saat ada wacana dari Perum Perhutani yang akan menggabungkan objek wisata Bayanan dengan Ngunut di wilayah Desa Jetis Sambirejo yang sama-sama objek pemandian air panas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Dua pemuda dibekuk aparat Polsek Sambungmacan bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen, Kamis (8/9/2022) sore.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.