Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Ilustrasi cuaca panas./ Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara Eropa kini tidak lagi sekadar fenomena cuaca musiman, melainkan telah berubah menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi kawasan. Dampaknya bahkan mulai terasa signifikan di berbagai sektor, terutama di Jerman sebagai ekonomi terbesar di Eropa.
Sejumlah ekonom dan organisasi internasional memperingatkan bahwa frekuensi panas ekstrem yang meningkat akibat perubahan iklim telah menjadikannya sebagai risiko makroekonomi struktural. Kondisi ini berpotensi mengganggu investasi, produksi, hingga pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Sepanjang Juni 2026, suhu di berbagai negara seperti Prancis, Inggris, Swiss, dan Jerman mencetak rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kondisi di Prancis mengingatkan pada tragedi gelombang panas tahun 2003 yang menyebabkan puluhan ribu kematian.
Dampak langsung mulai terlihat dari terganggunya aktivitas publik dan layanan vital. Sejumlah rumah sakit mengalami tekanan akibat gangguan sistem pendingin, sementara infrastruktur penting seperti transportasi kereta api dan pembangkit listrik ikut terdampak. Prancis bahkan sempat menghentikan operasi reaktor nuklir karena keterbatasan air pendingin.
Kepala Riset Makro dan Kepala Ekonom Jerman di ING, Carsten Brzeski, menilai kondisi ini sebagai perubahan besar dalam lanskap ekonomi Eropa. Ia menyebut panas ekstrem kini memiliki efek yang menyerupai pembatasan aktivitas saat pandemi COVID-19.
“Termometer kini menjadi indikator utama pertumbuhan ekonomi. Gelombang panas menghadirkan risiko penurunan baru bagi ekonomi Eropa,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026).
Menurut Brzeski, negara-negara seperti Jerman sebenarnya belum sepenuhnya siap menghadapi perubahan ini. Infrastruktur, perumahan, hingga sektor padat karya seperti konstruksi dan logistik masih dirancang untuk iklim yang lebih sejuk, sehingga rentan terhadap tekanan suhu tinggi.
Data menunjukkan Jerman berpotensi menempati peringkat ketiga dalam kerugian ekonomi kumulatif akibat panas hingga 2030. Laporan Bank Dunia juga menilai negara tersebut masih tertinggal dalam strategi adaptasi terhadap suhu ekstrem.
Selain menekan produktivitas tenaga kerja, gelombang panas juga berdampak pada inflasi, khususnya di sektor pangan. Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan kenaikan suhu dan kekeringan dapat mendorong inflasi pangan hingga 0,9 poin persentase, bahkan berpotensi meningkat dua kali lipat dalam beberapa dekade mendatang.
Analisis dari Allianz Trade memperkirakan Jerman menghadapi risiko kehilangan produk domestik bruto (PDB) hingga 131 miliar dolar AS pada periode 2026–2030. Sementara itu, negara lain seperti Prancis, Italia, dan Spanyol juga diproyeksikan mengalami kerugian ratusan miliar dolar akibat penurunan produktivitas dan meningkatnya biaya energi.
Studi sebelumnya bahkan menunjukkan bahwa gelombang panas besar di Eropa pada 2003, 2010, 2015, dan 2018 menyebabkan kehilangan output ekonomi hingga 0,5 persen PDB. Jika dikombinasikan dengan biaya kesehatan, kerusakan infrastruktur, dan gangguan rantai pasok, dampaknya jauh lebih besar.
Situasi ini menegaskan bahwa adaptasi terhadap panas ekstrem bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan kebutuhan ekonomi mendesak. Investasi pada sistem pendingin, infrastruktur tahan panas, hingga kebijakan perlindungan tenaga kerja kini menjadi kunci untuk menjaga daya saing Eropa di tengah krisis iklim yang kian nyata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk 5 rute dengan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.