Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Polisi mengamankan ratusan petasan dari rumah korban ledakan di Dusun Turus, Desa Tempurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). (Antara-Heru Suyitno)
Harianjogja.com, MUNGKID--Aparat Polsek Tempuran mengamankan ratusan petasan dari rumah Munawir, 55, warga Turus, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah setelah terjadi ledakan mengejutkan di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019).
Kapolsek Tempuran AKP Moh Buhrom mengatakan Munawir terkena ledakan petasan yang dibuatnya. Akibatnya, jari tangan kiri korban putus dan badannya terbakar. Kejadian berawal seusai makan sahur menunggu waktu shalat Subuh korban membuat petasan. Saat itu, korban mengisikan bubuk petasan dan tiba-tiba petasan meledak.
Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Bahkan, jari tangan kirinya putus. Selain itu, akibat ledakan yang keras membuat tembok rumah di bagian dapur jebol, atap dari asbes juga berserakan, dan kaca jendela rumah bagian depan pecah. Korban kini dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang.
Ledakan mengejutkan tersebut terdengar hingga radius 1 km dari lokasi kejadian. Padahal, sebelum kejadian, pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan petasan karena membahayakan. "Setelah kejadian kami langsung ke lokasi melakukan olah TKP. Kami sebelumnya telah memberikan imbauan-imbuan kepada masyarakat jangan sampai menggunakan petasan. Karena ini sudah melanggar UU No 1/1951,” katanya.
Ia menuturkan korban merupakan pembuat petasan dan bubuk petasan mungkin beli dari luar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, katanya, petasan yang telah jadi tersebut nantinya akan digunakan sendiri, dinyalakan dengan cara direnteng setelah salat Id.
Ia menyampaikan barang bukti yang diamankan selain 400-an petasan yang sudah jadi, ada beberapa selongsong petasan yang belum diberi bubuk mercon, dan peralatan membuat petasan. Ia mengatakan guna menghindari barang bukti berupa petasan tersebut meledak, maka petasan tersebut direndam air. "Untuk kepentingan penyelidikan barang bukti tersebut diamankan di Mapolsek Tempuran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Bisnis.com
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.