Pos Kamling di Jogja Jadi Ruang Srawung dan Cegah Konflik
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.
Aura Kasih dan suami, Eryck Amaral. (Suara.com-Wahyu Tri Laksono)
Harianjogja.com, JAKARTA--Artis Aura Kasih mengalami ngidam. Namun ngidam ala artis seksi itu terasa aneh. Ia mengaku sering ngemil beras mentah selama hamil anak pertamanya.
Hal itu diungkapkan olehnya di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jalan Jendral Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019) malam.
"Ngidam enggak sih. Tapi sering makanin beras saja. Kayak ayam, boook. Beras mentah. Iya [sampai sekarang]," tutur Aura Kasih.
Perempuan 32 tahun ini bilang hobi uniknya itu muncul setelah usia kandungan menginjak enam bulan. "Kenapa beras, aku sendiri nggak tahu. Kalau nggak salah dari enam bulan deh sudah mulai kayak, kok pengin beras. Itu setiap makan, langsung makan beras," ucap Aura Kasih.
Setidaknya dalam sehari, pelantun "Mari Bercinta" ini menghabiskan semangkuk beras. Aura Kasih berseloroh serasa mengingat masa kecil.
"Rasanya manis. Kita kecil pasti suka makanin beras kok, ya kan. Apalah, kelapa lah gitu. Jadi keingat masa kecil. Tapi kok penginnya beras. Udah ngidamnya cuma itu aja. Dan itu ditaruh di rumah saja di mangkuk setiap hari ada," pungkas Aura Kasih sembari tertawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com/Solopos.com
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.
TNI AU melakukan water bombing untuk memadamkan karhutla di Palembang. Kabut asap juga membuat dua penerbangan Jakarta-Jambi dialihkan.
Dua penyu ditemukan mati di Pantai Sepanjang dan Nglolang Gunungkidul dalam dua hari. Bangkai langsung dievakuasi dan dikubur.
PSS Sleman resmi melepas Muhammad Kanu Helmiawan ke Persiku Kudus dengan status transfer permanen jelang Super League 2026/2027.
BNPB mengintensifkan OMC untuk memicu hujan guna membantu pemadaman karhutla Kalimantan dan menyiagakan 30 helikopter.
Pemerintah membagi penanganan karhutla per wilayah dan memprioritaskan enam provinsi, dengan pengerahan 12.880 personel.