Bitcoin Tertahan di 78.000 Dolar AS, Pasar Menanti ETF dan The Fed
Bitcoin tertahan di kisaran US$78.000 setelah gagal bertahan di US$80.000. Pasar menanti arus ETF dan arah kebijakan The Fed.
Gambar live streaming CCTV jasa Marga. /Ist-Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Tinggal menghitung hari, banyak orang yang akan pulang ke kampung halaman alias mudik untuk merayakan Idul Fitri. Sebuah solusi ditawarkan bagi mereka yang tidak ingin menjumpai kemacetan, yaitu dengan mengakses CCTV Jasa Marga.
Seperti yang diketahui, saat musim mudik bisa dipastikan sejumlah ruas jalanan antar kota bakal dipadati dengan kendaraan. Untuk itu, pihak yang berwenang memberikan fasilitas yang bisa diakses via online.
Tak kalah akurat dari aplikasi Google Maps atau Waze, CCTV Jasa Marga akan menampilkan potret lalu lintas di berbagai titik keramaian secara live streaming. Mulai dari gerbang tol sampai persimpangan di berbagai kota semua terpantau lewat kamera.
Jadi pengguna bisa memilih jalan untuk mudik ke kampung halaman dengan menghindari berbagai titik kemacetan. Perjalanan pun bisa lebih menghemat waktu dan tenaga.
Selengkapnya, begini cara akses Live Streaming CCTV Jasa Marga :
Itulah cara melihat CCTV Jasa Marga selama mudik nantik. Selamat mencoba!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bitcoin tertahan di kisaran US$78.000 setelah gagal bertahan di US$80.000. Pasar menanti arus ETF dan arah kebijakan The Fed.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.