Schneider Electric Akuisisi PTC Rp404 Triliun untuk Perkuat Data Center AI
Schneider Electric mengakuisisi PTC senilai Rp404 triliun untuk memperkuat bisnis software dan infrastruktur data center AI.
Ahmad Dhani. /ANTARA FOTO-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Gerindra, Ahmad Dhani menyebut bahwa rezim yang memimpin saat ini, merupakan rezim yang licik. Hal itu diungkapkan Dhani melalui surat terbuka yang ditulisnya dan kemudian diserahkan kepada rekannya Siti Rafika saat menjenguk di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Eva Kusuma Sundari meminta agar Ahmad Dhani tidak mencari kambing hitam atas kekalahannya di Pemilu 2019 dengan menyebut bahwa rezim saat ini licik.
"Saya juga kalah dalam pileg, tapi tidak mencari kambing hitam karena ibaratnya bagi peserta lomba [ngumpulin suara] maka harus siap kalah," kata Eva kepada Okezone, Senin (6/5/2019).
Menurut Eva, pada Pemilu serentak 2019, terdapat saksi yang berasal dari Partai Gerindra untuk memantau proses penghitungan suara. Sehingga, kata Eva, kecil kemungkinan adanya kecurangan karena ada saksi dari masing-masing partai.
"Pileg kan pesertanya parpol, maka ada saksi-saksi Gerindra yang sudah melaksanakan tugasnya mengawal suara caleg-caleg Gerindra. Kecuali AD [Ahmad Dhani] tidak percaya saksi Gerindra," jelasnya.
Influencer Tim Kampanye Jokowi-Ma\'ruf Amin ini juga meminta agar Ahmad Dhani menghormati proses penegakan hukum di Indonesia bila tidak diberikan izin untuk kampanye. Ditekankan Eva, pemerintah saat ini sudah melaksanakan proses pemilu serentak dengan sangat adil.
"AD jangan subyektif, pemerintah ini pelaksana hukum yang fair kepada siapapun. Stop minta keistimewaan-keistimewaan. Kalah itu pahit, tapi dewasalah," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Dhani yang saat ini masih menjalani proses penahanan di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, merasa dicurangi oleh pemerintah karena tidak mendapat izin kampanye oleh pihak kepolisian.
Suami Mulan Jameela ini juga mengaku tidak bisa mengawal suaranya di Surabaya dan Sidoarjo karena ditahan oleh Polisi. Atas hal tersebutlah Dhani menyebut bahwa rezim saat ini merupakan rezim yang licik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Schneider Electric mengakuisisi PTC senilai Rp404 triliun untuk memperkuat bisnis software dan infrastruktur data center AI.
Pemkab dan DPRD Bantul memperkuat edukasi perda bagi siswa SMP untuk mencegah minuman beralkohol, narkoba, dan persoalan sosial sejak dini.
BMKG menyebut gempa M5,0 di Lombok Barat dipicu deformasi batuan dalam lempeng. Guncangan terasa hingga Bali dan tidak berpotensi tsunami.
Jadwal KSPN Jogja Rabu 7 Oktober 2026 dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Cristiano Ronaldo menyebut Jorge Jesus mengingkari dua janji kepadanya hingga memutuskan meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal.