Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Lieus Sungkharisma/Twitter/@na_dirs
Harianjogja.com, JAKARTA- Sosok yang hadir dalam forum Ijtima\' Ulama III diantaranya dianggap kontroversial.
Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau kerap disapa Gus Nadir mengungkap siapa sosok Lieus Sungkharisma yang menghadiri acara Ijtima\' Ulama III di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (1/5/2019) kemarin. Gus Nadir pun menyindir mereka yang mempercayai Lieus Sungkharisma.
Hal ini disampaikan oleh Gus Nadir melalui akun Twitter miliknya @na_dirs. Gus Nadir mengunggah tiga foto yang menunjukkan Lieus Sungkharisma sedang berfoto dalam acara Ijtima\' Ulama III dan foto saat Lieus Sungkharisma sedang diwawancara mengenakan ikatan kepala bertuliskan kalimat tauhid berwarna hitam.
"Ini orang bela bendera HTI, klean percaya. Mimpin takbir di acara 02, klean ikuti dengan heroik. Sekarang ikutan pula Ijtima\' Ulama, klean sami\'na wa atha\'na," kata Gus Nadir seperti dikutip Jumat (3/5/2019).
Gus Nadir pun mengungkap siapa sosok Lieus Sungkharisma. Lieus Sungkharisma diketahui memiliki nama asli Li Xue Xiung dan beragama Budha.
"Tahu siapa dia? Lieus Sungkharisma alias Li Xue Xiung (59 tahun, agama: Budha). Masih teriak Indonesia dikuasai C**a-K***r? Dungu!" ungkap Gus Nadir.
Untuk diketahui, beredar foto Lieus Sungkharisma memakai baju serba putih berdiri diantara deretan ulama-ulama dalam acara Ijtimak Ulama III pada Rabu kemarin. Lieus Sungkharisma merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak).
Ia juga didaulat menjadi Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo - Sandiaga. Belum lama ini, Lieus Sungkharisma pernah mengamuk di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur lantaran ditolak saat hendak menjenguk Ahmad Dhani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.