Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma\'ruf Amin berbincang usai pertemuan koalisi dengan pimpinan partai yang tergabung Koalisi Indonesia Kerja di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019)./ANTARA-Aditya Pradana Putra
Harianjogja.com, JAKARTA--Kesuksesan kampanye calon presiden petahana Joko Widodo ternyata disokong dari para pengusaha. Sebab, berdasarkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) yang telah TKN Jokowi-Ma\'ruf serahkan ke KPU, Kamis (2/5/2019), pengusaha dan perusahaan menjadi mayoritas penyumbang terbesar.
Bendahara TKN Jokowi-Ma\'ruf Wahyu Sakti Trenggono menjelaskan bahwa total penerimaan dana kampanye mereka sebesar Rp606.784.634.772 dengan pengeluaran sebesar Rp601.355.468.300.
Dari penerimaan yang masuk, sumbangan terbesar berasal dari 40 perusahaan sebesar Rp253,9 miliar, disusul 17 kelompok masyarakat yang juga didominasi pengusaha, dengan jumlah mencapai Rp251 miliar.
Selain itu, ada sumbangan parpol pengusung sebesar Rp79,7 miliar, kemudian sumbangan perseorangan dengan jumlah 252 orang, dengan total sekitar Rp21,8 miliar.
Menurut Wahyu, ini bukti bahwa para pengusaha nyaman dengan iklim usaha yang dikelola dengan baik oleh pemerintahan Jokowi sebagai petahana.
Dirinya pun menjamin seluruh data perusahaan dan pengusaha dileporkan secara transparan, sehingga tidak akan ada konflik kepentingan yang menjerat Jokowi apabila nantinya terpilih.
"Kebetulan saya pengusaha, kalau menurut pandangan saya, iklim usaha itu oleh pemerintah yang benar, harus dijaga. Namanya ekosistem, sehingga para pengusaha ini bisa bekerja dan berkreasi dan berprestasi," jelasnya di tempat pelaporan LPPDK, Hotel Borobuddur, Kamis (2/5/2019).
Sedangkan untuk pasangan calon, Wahyu menjelaskan capres Joko Widodo tidak menyumbang secara pribadi, tetapi lewat salah satu perusahaannya, sedangkan Ma\'ruf Amin tidak ada.
Hal ini berbanding terbalik dengan kubu capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga yang justru mendominasi dana kampanye lewat sumbangan mereka secara pribadi.
Beda Pilpres 2014 dan Pilpres 2019
Menariknya, ternyata ketertarikan pengusaha untuk menyumbang Jokowi telah dimulai sejak Pilpres 2014.
Dari total penerimaan dana kampanye sebesar Rp312,3 miliar, pasangan Jokowi-JK disumbang pengusaha dan perusahaan lebih besar dengan jumlah Rp63,1 miliar daripada Prabowo-Hatta sebesar Rp51,8 miliar.
Bedanya, ketika itu parpol pengusung Jokowi lebih banyak \'berkorban\' dengan menyumbangkan dana hingga Rp200,5 miliar. Padahal, koalisi parpol Jokowi-JK waktu itu lebih ramping dari Prabowo-Hatta, tetapi sumbangan parpol ke Prabowo-Hatta hanya Rp101,7 miliar.
Sumbangan dari paslon pun berbanding terbalik dengan Pilpres 2019 kali ini. Ketika itu, Jokowi-JK menyumbang secara pribadi hingga Rp6 miliar, sedangkan Prabowo-Hatta tak menyumbang sama sekali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi