Polda Jateng Temukan 88 Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan CTEV
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Fadli Zon./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal rencana pemindahan ibu kota Jakarta keluar Pulau Jawa. Ia menilai bahwa rencana pemindahaan ibu kota tidak perlu ditanggapi secara serius.
Pernyataan tersebut dilontarkan melalui akun Twitter pribadi @fadlizon pada Selasa (30/4/2019) siang. Ia mengungkapkan, rencana itu hanya isapan jempol saja dan akan reda dengan sendirinya.
"Wacana ibu kota ini cuma isapan jempol saja, pengalihan isu. Tak perlu ditanggapi serius. Nanti juga reda sendiri," ujar Fadli Zon yang dikutip Suara.com.
Di dalam kicauannya Fadli Zon menanggapi pernyataan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri hamzah. Kata Fahri, dalam kicauannya dari pada membuat rencana pemindahan ibu kota ia menyerukan untuk menyelesaikan beberapa persoalan sebagai prioritasnya.
"Jangan becanda soal ibu kota bisa durhaka. Ibu kota bicara seperti ibu kita. Selesaikan defisit BPJS dulu supaya pelayanan kesehatan jangan terbengkalai. Bayar gaji guru, angkat guru honorer, bangun ruang kelas dan perbaiki sekolah itu lebih prioritas. Banyak lagi!," ujar @Fahrihamzah dalam kicauannya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada tiga wilayah kandidat lokasi ibu kota baru negara Indonesia. Tiga wilayah itu adalah Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, dan Pulau Kalimantan.
"Bisa di Sumatera, tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi agak tengah, tapi di barat juga kurang dekat. Di Kalimantan kok di tengah-tengah. Kira-kira itulah," ujar Jokowi di PT KMK Global Sports I, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019).
Namun, ia menegaskan, dari tiga kandidat wilayah itu belum dipilih satu diantaranya karena masih dalam pembahasan.
Jokowi juga mengatakan, dalam rapat terbatas yang membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019) awal pekan ini juga belum memutuskan memilih satu dari tiga wilayah tersebut.
“Belum diputuskan, akan dikaji aspek lingkungan, daya dukung lingkungan, kebencanaan seperti gempa bumi, dan lain-lain. Tiga tahun ini kita kerja untuk itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
SPPG Patalan 2 Bantul kembali dikaitkan dengan dugaan keracunan MBG. DPRD mendesak sanksi tegas bagi penanggung jawab jika ditemukan kelalaian.
Tips liburan saat cuaca panas agar tetap nyaman dan aman, mulai dari memilih pakaian hingga menjaga tubuh tetap terhidrasi.
nam Fraksi DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD perubahan Kabupaten Magelang tahun anggaran 2026
Meta meluncurkan Muse, agen AI pribadi yang mampu mengirim email, memesan perjalanan, dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
DPRD DIY menilai ketahanan pangan harus diukur dari kesejahteraan petani, didukung irigasi, alat pertanian, pupuk, dan regenerasi petani.