CORE: Masih Ada 1 Juta Ton Molase untuk Dukung Bioetanol Nasional
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Fadli Zon./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal rencana pemindahan ibu kota Jakarta keluar Pulau Jawa. Ia menilai bahwa rencana pemindahaan ibu kota tidak perlu ditanggapi secara serius.
Pernyataan tersebut dilontarkan melalui akun Twitter pribadi @fadlizon pada Selasa (30/4/2019) siang. Ia mengungkapkan, rencana itu hanya isapan jempol saja dan akan reda dengan sendirinya.
"Wacana ibu kota ini cuma isapan jempol saja, pengalihan isu. Tak perlu ditanggapi serius. Nanti juga reda sendiri," ujar Fadli Zon yang dikutip Suara.com.
Di dalam kicauannya Fadli Zon menanggapi pernyataan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri hamzah. Kata Fahri, dalam kicauannya dari pada membuat rencana pemindahan ibu kota ia menyerukan untuk menyelesaikan beberapa persoalan sebagai prioritasnya.
"Jangan becanda soal ibu kota bisa durhaka. Ibu kota bicara seperti ibu kita. Selesaikan defisit BPJS dulu supaya pelayanan kesehatan jangan terbengkalai. Bayar gaji guru, angkat guru honorer, bangun ruang kelas dan perbaiki sekolah itu lebih prioritas. Banyak lagi!," ujar @Fahrihamzah dalam kicauannya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada tiga wilayah kandidat lokasi ibu kota baru negara Indonesia. Tiga wilayah itu adalah Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, dan Pulau Kalimantan.
"Bisa di Sumatera, tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi agak tengah, tapi di barat juga kurang dekat. Di Kalimantan kok di tengah-tengah. Kira-kira itulah," ujar Jokowi di PT KMK Global Sports I, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019).
Namun, ia menegaskan, dari tiga kandidat wilayah itu belum dipilih satu diantaranya karena masih dalam pembahasan.
Jokowi juga mengatakan, dalam rapat terbatas yang membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019) awal pekan ini juga belum memutuskan memilih satu dari tiga wilayah tersebut.
“Belum diputuskan, akan dikaji aspek lingkungan, daya dukung lingkungan, kebencanaan seperti gempa bumi, dan lain-lain. Tiga tahun ini kita kerja untuk itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.