Beras Ilegal Masuk Indonesia, Amran: Ini Musuh Negara
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani diminta untuk mengalihkan anggaran yang belum terpakai kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan infrastruktur di setiap daerah bisa lebih ditingkatkan lagi.
Berikut fakta- fakta yang telah dirangkum Okezone mengenai pengalihan anggaran ke Kementerian PUPR.
1. Presiden Minta Sri Mulyani Alihkan Anggaran ke PUPR
Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalihkan anggaran kementerian, yang masih ragu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membiayai pembangunan infrastruktur daerah.
"Melihat perjalanan empat tahun ini, Kementerian PUPR, yang bisa merealisasikan anggaran yang diberikan,[(oleh karena itu] mungkin anggaran di kementerian lain yang masih ragu, dimasukkan ke PUPR," kata Presiden.
2. Tujuan Penggunaan Anggaran yang Tak Terserap
Menurut Kepala Negara, pembangunan infrastruktur masih akan terus dijalankan, terutama di daerah-daerah yang minim infrastruktur seperti jalan dan kebutuhan air.
"Belanja modal berbicara bahwa seluruh kabupaten dan provinsi memang kecenderungannya masih berkutat kepada infrastruktur, ada kekurangan di infrastruktur. Kebutuhan di infrastruktur itu baik jalan, juga masalah air. Oleh sebab itu, melihat perjalanan empat tahun ini, Kementerian PUPR, yang bisa merealisasikan anggaran yang diberikan," kata Presiden.
3. Kementerian dan Lembaga Diminta Mengurangi Belanja Barang
Dalam Sidang Kabinet Yang Digelar Di Ruang Garuda Istana Bogor Dan Membahas Ketersediaan Anggaran Dan Pagu Indikatif Tahun 2020 Ini, poin utama yang ditekankan adalah belanja modal yang diperkuat dan ditingkatkan.
"Semua kementerian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggarannya betul-betul bisa direalisasikan," kata Presiden.
Jokowi juga meminta kementerian dan lembaga mengurangi belanja barang sebanyak-banyaknya.
"Ibu Menkeu [Sri Mulyani] agar dilihat pada tahun yang posisinya normal, 2017, sebagai patokan untuk dipaksa ke angka-angka itu," tegasnya.
4. Arahan RAPBN 2020
Sri Mulyani mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo mengenai arahan keuangan 2020. Dalam arahan tersebut Presiden menekankan pada sektor yang menjadi prioritas. Sri Mulyani, menjelaskan seluruh porsi kebijakan maupun instrumen akan digunakan, termasuk APBN dalam rangka memacu investasi dan ekspor.
"Terutama bertumpu kepada bagaimana meningkatkan kualitas SDM dan pembangunan infrastruktur karena berdasarkan pertumbuhan dan berbagai program yang kita lihat di masyarakat. Kebutuhan infrastruktur apakah itu dalam bentuk jalan raya, air, sanitasi, listrik, itu yamg masih diusahakan di berbagai tempat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Kepala BNNP DIY mengingatkan 524 siswa SMKN 1 Ponjong mewaspadai modus peredaran narkotika melalui vape dan titipan barang saat pemagangan luar negeri.
Kemenhub mengalokasikan Rp10,90 triliun untuk keselamatan transportasi dari pagu anggaran 2027 sebesar Rp32,93 triliun.
Ditjenpas Jabar menyebut belum menemukan indikasi Ferdy Sambo mendapat fasilitas khusus di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.