Nyeri Dada Seperti Ditusuk Bisa Jadi Tanda Robekan Aorta Mematikan
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JAKARTA-Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat menembak kaki satu pelaku dari empat tersangka diduga terlibat penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR) Muh Usen di Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Suranta Sitepu, mengatakan salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas saat akan ditangkap.
"Dari empat pelaku yang berhasil kami amankan, satu di antaranya kita berikan tindakan tegas karena berusaha melawan petugas," kata AKBP Edi di Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Edi juga mengimbau para pelaku penganiayaan yang masih buron untuk menyerahkan diri tanpa perlawanan, sebab petugas tidak akan segan untuk bertindak tegas dalam memburu para pelaku yang sudah teridentifikasi.
"Ke manapun mereka kabur akan diburu hingga dapat. Tidak ada kendor untuk memburu para pelaku lainnya yang kabur," katanya.
Selain itu, Edi juga menyuarakan harapan agar semua pihak menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif. "Kami harapkan tidak ada bentrokan antar organisasi masyarakat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag