BPN: Penayangan Quick Count Terus-Menerus Giring Opini Publik

Maria Elena
Maria Elena Sabtu, 20 April 2019 14:47 WIB
 BPN: Penayangan Quick Count Terus-Menerus Giring Opini Publik

Kotak suara Pemilihan Umum 2019/Bisnis.com-Andhika

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Pemenangan Nasional (BPN) menyebut ada propaganda memenangkan salah satu kandidat Pemilu 2019 melalui hasil perhitungan cepat (quick count). Padahal quick count yang dilakukan hanya berdasarkan hasil suara 2.000 tempat pemungutan suara (TPS), tidak cukup mewakili lebih dari 800.000 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Pipin Sofyan. 

Selain itu, menurutnya, penayangan hasil quick count dilakukan secara terus menerus dan hampir semua lembaga survey menayangkan perhitungan hasil suara yang hampir sama, yang mengunggulkan salah satu kandidat.

"Ada berbagai pihak yang membangun opini seakan-akan Pilpres sudah selesai. Saya membayangkan jika ini dipikir sudah dianggap selesai, ke depan bisa jadi Pemilunya cukup pemilu quick count dan TPS nya cukup 2.000 saja, cukup 600.000 rakyat yang akan memilih," katanya saat Talkshow Pemilu Serentak yang Menghentak, Sabtu (20/4/2019).

Pipin menyoroti dengan dipublikasikannya hasil quick count secara berlebihan berkonsekuensi adanya upaya untuk menggiring opini cukup mencapai kemenangan sesuai dengan hasil quick count.

Pipin juga menyampaikan pihaknya menemukan kejanggalan di beberapa TPS, misalnya, KPU mengirimkan data ke KPU pusat dengan C1, dengan hasil rekapitulasi yang salah.

Dia mencontohkan di suatu TPS, Prabowo-Sandi mendapatkan 148 suara, tetapi hanya di tulis 56 atau 48 dan menurutnya ini terjadi di beberapa daerah.

"Yang kami khawatirkan ada kecurangan, itu adalah kanibalisme dalam demokrasi, mengambil saura rakyat dengan cara merubah angka. Kami masih mengukur apakah ini kecurangan secara terstruktur atau human error," jelasnya.

Sementara itu, terkait pasangan kandidat nomor urut 02 yang melakukan tiga kali deklarasi kemenangan. Pipin menjelaskan Prabowo memiliki tim khusus untuk menghitung secara real count dari berbagai darerah dan jika dilihat, memang data perhitungan tersebut berbeda dengan hasil quick count.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online