Tantangan Ekonomi Indonesia Menurut Prabowo

Miftahul Ulum
Miftahul Ulum Jum'at, 12 April 2019 21:07 WIB
Tantangan Ekonomi Indonesia Menurut Prabowo

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019)./Antara-Moch Asim

Harianjogja.com, SURABAYA — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar kampanye akbar terakhir di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019) sore.

Prabowo mengatakan kampanye tersebut lebih bersifat akademik. Dalam pidatonya, ia menyebutkan tantangan besar Indonesia ke depan.

Pertama, kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Ia mengutip KPK menyebutkan kekayaan yang mengalir ke luar negeri Rp4.000 triliun yang berhasil ditarik Rp2.000 triliun.

"Dari jumlah itu bocor lagi 40% sehingga yang masuk ke rakyat hanya sepertiga, sebanyak dua per tiga bocor," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah yang akan datang harus bisa mengisi kebocoran tsb.

Kedua, kekayaan tersentralisir ke segelintir orang. Seumpama bila dibagi ke sepuluh orang, maka satu orang kaya akan memiliki 75% dan orang yang miskin hanya punya utang.

Ketiga, tantangan cuaca yang sangat mendesak. Perlu pusat data dinamis yang merespons fenomena ini. Diperkirakan kalau permukaan laut naik lima meter Surabaya tenggelam, Jakarta tenggelam, pantai timur Sumatra banyak yang tenggelam, Merauke tenggelam.

"Ini yang harus kita siap-siapkan sekarang. Dan ini bukan hoaks ini bukan angan-angan," katanya.

Keempat, masalah pangan, energi dan air bersih.

"Kita harus menjamin cukup pangan, energi, dan air bersih. Bahkan di kota besar akses ke air bersih juga minim. Pertambahan bayi lima juta jiwa setiap tahun, kalau tidak segera diatasi maka akan terjadi huru hara. Insyaallah pemerintah yang saya pimpin harus mencapai swasembada pangan, energi, dan air," tegasnya.

Sementara dalam beberapa hari menjelang pemungutan suara, capres yang juga ketua umum DPP Partai Gerindra itu akan fokus untuk persiapan dan tampil pada debat terakhir, Sabtu (13/4) malam.

Debat capres-cawapres jilid kelima mengangkat tema tentang keseharian masyarakat, yakni ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi dan industri. Kemudian, pada 14-16 April 2019 memasuki masa tenang yang tidak boleh ada aktivitas apapun terkait kampanye pemilihan umum dan pemilihan presiden.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online