Motor Listrik Berpotensi Lebih Hemat Rp500.000 per Bulan dari Motor Konvensional
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menerima sumbangan uang dari perwakilan emak-emak Palembang di hadapan pendukung dan simpatisan yang memadati pelataran Benteng Kuto Besak Palembang pada Kampanye akbar, di Palembang, Sumsel, Selasa (9/4/2019)./ANTARA-Feny Selly
Harianjogja.com, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan informasi yang beredar tentang hasil perhitungan suara pemilihan presiden di luar negeri yang memenangkan paslon 02, Prabowo-Sandiaga Uni adalah hoaks.
Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan bahwa memang pemungutan suara suara di luar negeri sudah berjalan sejak 8 April lalu. Meski begitu, perhitungan dilakukan serentak pada 17 April.
“Dapat kami pastikan itu hoaks, mengapa demikian? Ada early votting atau pemilihan umum di awal waktu. Kalau di dalam negeri 17 April, di luar negeri mulai tanggal 8 hingga 14 April. Bisa juga sebelumnya yaitu pengiriman pos, itu kegiatan pemungutan suara, perhitungannya 17 April. Bagaimana mungkin, dihitung saja belum tapi sudah muncul,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (10/7/2019).
Viryan menjelaskan, bahwa perhitungan dilakukan di Kantor Perwakilan Luar Negeri Indonesia (KPRI). Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar yang viral atau masih diragukan kebenarannya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya kepada informasi yang rasa-rasanya janggal. Selalu cek, cek, cek. Pastikan informasi yang diterima itu sudah melalui konfirmasi,” jelasnya.
Berdasarkan kabar bohong yang ada di media sosial, tersebar hasil seluruh pemilihan sementara di luar negeri. Semuanya memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan jarak cukup jauh.
Berikut adalah info tidak benar tersebut.
Saudi Arabia
01 : 25,6 persen
02 : 65,4 persen
Yaman
01 : 23,4 persen
02 : 66,6 persen
Belgia
01 : 17,1 persen
02 : 82,2 persen
Jerman
01 : 12,3 persen
02 : 87,7 persen
UEA
01 : 22,7 persen
02 : 61,3 persen
USA
01 : 9,4 persen
02 : 89,9 persen
Ukraina
01 : 3,4 persen
02 : 96,6 persen
Papua Nugini
01 : 57,1 persen
02 : 42,3 persen
Taiwan
01 : 59,8 persen
02 : 40,2 persen
Hongkong
01 : 45,2 persen
02 : 46,8 persen
Korea Selatan
01 : 35,2 persen
02 : 64,8 persen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.