Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Sejumlah anggota tim pengawasan orang asing kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Magelang berfoto bersama seusai pengukuhan Tim Pora Magelang, Selasa (9/4/2019). (Antara-Heru Suyitno)
Harianjogja.com, MAGELANG--Kemenkumham mulai awasi warga negara asing yang meliput di wilayah Jawa Tengah khususnya Magelang dan sekitarnya selama Pemilu 2019.
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Ramli H.S. mengukuhkan tim pengawasan orang asing kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (9/4/2019). "Hal ini yang harus kita waspadai. Oleh karena itu kita harus bersinergi dalam melakukan pengawasan, bukan hanya semata-mata imigrasi tetapi semua pihak, apakah itu dari kepolisian maupun kementerian terkait," katanya,
Ia menyampaikan hal tersebut usai pengukuhan tim pengawasan orang asing kabupaten dan 21 kecamatan se-Kabupaten Magelang. "Kalau memang teman-teman dari kepolisian menemukan ada indikasi bahwa itu orang tidak benar, nanti akan bersama petugas imigrasi melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Sejauh mana keberadaan legalitas kegiatannya itu, apakah sesuai dengan perizinan yang dimiliki, kalau memang tidak sesuai nanti akan dilakukan penindakan," katanya.
Ia menuturkan dalam penindakan nanti petugas imigrasi yang akan melakukan pemeriksaan secara detail substansi hukum mana yang dilanggar. "Hal ini terhadap kegiatan antisipasi tentang masuknya pewarta asing ke wilayah kita. Kalau mereka sekadar melakukan peliputan seperti teman-teman ini saya rasa tidak ada masalah," katanya,
Namun, kalau peliputan itu ada muatan atau bahkan melakukan provokasi, hal ini yang harus diwaspadai, jangan sampai ketenangan pesta demokrasi ini terganggu karena masuknya unsur-unsur yang tidak bertanggung jawab, khususnya dari unsur asing. Selain pewarta asing, katanya yang perlu diwaspadai adalah keberadaan imigran ilegal yang ada di wilayah masing-masing.
"Kita bersyukur untuk di Jateng ini imigran tidak terlalu banyak, ada 110 orang yang dikurung di wisma community house, ada dari Afganistan dan Somalia. Mereka di bawah pengawasan imigrasi di suatu tempat, tidak mungkin mereka berkeliaran," katanya.
Ia menuturkan keberadaan imigran ini harus diwaspadai, jangan sampai mereka melakukan penghasutan. Kalau mereka akan memilih tentu kelihatan, mereka orang asing, petugas bisa menanyakan legalitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Solopos.com
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.