Motor Listrik Berpotensi Lebih Hemat Rp500.000 per Bulan dari Motor Konvensional
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Advokat Cinta Tanah Air (ACTA)menunjukkan bukti dugaanMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitanmelakukan politik uang di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (5/4/2019)/JIBI/Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA--Setelah beredar video terkait pemberian amplop kepada kiai, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu.
Juru Bicara Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Hanfi Fajri mengatakan bahwa ada dugaan tindakan Luhut sebagai upaya mencari dukungan. Terbukti dalam rekaman itu Luhut meminta kiai untuk mengajak umat dan santri menggunakan baju putih ke tempat pemungutan suara (TPS).
“Kami di sini melihat bahwa baju putih itu adalah identik jargon yang disampaikan oleh capres 01 [Jokowi-Amin] yang mana pada saat tanggal 24 Maret itu TKN [Tim Kampanye Nasional 01] juga mengklaim bahwa kemeja putih itu adalah salah satu bentuk dukungan kepada capres 01,” katanya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (5/4/2019).
Hanfi menjelaskan bahwa upaya Luhut memobilisasi massa melalui kiai merupakan tindakan pejabat negara yang tidak netral. Terlebih, setelah perbincangan ada pemberian amplop.
Berdasarkan informasi yang Hanfi miliki, Luhut tidak terdaftar sebagai tim kampanye Jokowi-Amin di Komisi Pemilihan Umum. Oleh sebab itu dia menilai Luhut telah melampaui kewenangannya sebagai pejabat negara dan tidak netral karena berpihak kepada 01.
“Maka dari itu kami meminta kepada Bawaslu untuk menindak tegas tindakan yang dilakukan oleh dari Luhut Binsar Pandjaitan tersebut, yaitu telah mencederai proses pemilu yang mana kita ingin proses ini berjalan dengan aman lancar tanpa adanya paksaan intimidasi, serangan fajar,” jelasnya.
Sebelumnya beredar video Luhut dengan beberapa orang yang mengenakan baju berwarna putih di media sosial. Dalam video tersebut, Luhut meminta kepada kiai untuk menyampaikan kepada santri dan seluruh pengikutnya agar datang ke TPS pada 17 April mendatang.
Bukan hanya itu, dia juga meminta kepada kiai agar santri dan pengikutnya memutihkan TPS. Setelah perbincangan, Luhut memberikan amplop berwarna putih kepada kiai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.