Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Joko Widodo/Antara-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mendapat kritik sesama rekan Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Kali ini datang dari petinggi Golkar Andi Sinulingga.
Andi menyebut resistansi masyarakat yang tinggi terhadap PSI ikut membuat Jokowi terseret. Hal ini dijelaskan dari hasil survei Litbang Kompas yang menyebut PSI hanya memiliki elektabilitas (keterpilihan) 0,9%, tetapi memiliki tingkat resistansi (penolakan) mencapai 5,6% basis suara.
Menjawab hal tersebut, Juru Bicara PSI Dedek Prayudi menggarisbawahi bahwa hasil survei harus dipisahkan dari pendapat atau asumsi.
"Itu adalah pendapat, bukan hasil surveinya. Survei tersebut kan survei kuantitatif bukan kualitatif," ujar pria yang akrab disapa Uki ini kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Sabtu (23/3/2019).
"Jadi ya, sah-sah saja beliau berpendapat seperti itu. Tapi publik juga mesti tahu bahwa itu bukan hasil dari surveinya melainkan asumsi beliau," tambahnya.
Menurut Uki, PSI akan terus maju dengan cara mereka menjelang periode kampanye terbuka, 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Terlebih, menghadapi periode kampanye terbuka, TKN Jokowi-Ma\'ruf justru kompak, dan tak saling menyalahkan atas hasil survei tersebut.
"TKN tetap kompak, tak saling menyalahkan, justru saling menyolidkan untuk kerja, kerja, dan kerja," ungkapnya.
"Kita tetep aja pakemnya sama. No politik uang, no politik SARA, kembangkan edukasi politik door to door, dan kampanyekan Jokowi," tambah pria kelahiran Jakarta, 23 April 1984 ini.
Selain itu, PSI pun percaya diri bahwa hasil survei elektabilitas mereka dari Litbang Kompas, hanyalah satu dari sekian banyak survei dengan beragam hasil.
Oleh sebab itu, pria jebolan studi demografi Swedia, yang merupakan kombinasi ilmu sosial, logika, dan statistik ini percaya, setiap survei memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing ketika dibedah secara utuh.
"Semua survei kita bedah, karena semua berbeda metodologi dan setiap metodologi punya kelebihan dan kekurangan. Ada survei yang bilang [elektabilitas] kita 1%, ada 2%, 3%, bahkan yang lewat 4% juga ada. Justru semakin ke sini semakin sedikit yang bilang nol koma," ujarnya.
"Tapi yang jelas, setiap survei kita hormati dan pelajari, untuk kemudian kita bahas dalam perumusan penajaman strategi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.