Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Karyawan Boeing di depan pesawat 737 MAX 8 yang sedang keluar dari jalur produksi di Renton, Washington, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2018./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menerapkan larangan terbang untuk waktu yang tak terbatas dan masih menanti rekomendasi lanjutan dari lembaga pengawas penerbangan internasional untuk langkah selanjutnya.
Saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menanti rekomendasi dari Federal Aviation Administration (FAA) atau lembaga penerbangan sipil Amerika Serikat (AS) terkait dengan kelanjutan pelarangan terbang pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia.
"Sudah kami tetapkan dengan waktu tak terbatas, kami akan menunggu rekomendasi dari FAA dan lembaga dunia lainnya agar pilot itu dapat jelas melakukan kegiatan itu dengan standar keselamatan yang baik," ungkapnya, Minggu (17/3/2019).
Dia juga meneruskan bahwa inspeksi yang saat ini dilakukan terhadap 11 unit pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia telah dilakukan tetapi sifatnya masih berupa inspeksi internal dan belum melibatkan pihak pabrikan yakni Boeing.
"Kita baru internal, Boeing belum datang ke sini mungkin pekan ini kami bersama-bersama Boeing, tapi yang penting rekomendasi dari FAA," tegasnya.
Pengamat Penerbangan, Arista Atmadjati, dalam opininya di Bisnis Indonesia, Edisi Senin (18/3/2019) menyampaikan fakta terbaru yang cukup mengagetkan bahwa Asosiasi pilot di Amerika Serikat (AS) mengaku baru mengetahui fitur otomatisasi di pesawat Boeing 737 Max 8 yang diduga berkontribusi terhadap kecelakaan Lion Air JT610.
"Boeing sendiri baru mengeluarkan buletin keselamatan tentang bagaimana cara mengatasi masalah jika timbul anomali akibat fitur otomatisasi tersebut," ungkapnya.
Fitur otomatisasi yang dimaksud adalah Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Fitur ini bekerja secara otomatis, walaupun fitur pesawat terbang manual mati.
Tujuannya yakni memproteksi pesawat dari manuver yang berbahaya, seperti mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi sehingga mengakibatkan stall. "Namun, dalam kasus JT610, fitur ini justru diduga turut berkontribusi dalam kecelakaan," katanya.
Dia menjelaskan fitur otomatisasi ini belum banyak diketahui pilot-pilot Boeing 737 Max karena sebelumnya tidak tercantum dalam buku manual operasi. Hanya setelah terjadi anomali dan peristiwa Lion Air JT610, Boeing baru menjelaskan fitur ini lewat buletin keselamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.