Rusia Akan Coba Putuskan Koneksi Internet dengan Dunia Luar

John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri Senin, 11 Maret 2019 06:45 WIB
Rusia Akan Coba Putuskan Koneksi Internet dengan Dunia Luar

Demonstran memprotes kontrol negara atas internet di Moskwa, Rusia, Minggu (10/3/2019)./Reuters-Shamil Zhumatov

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah Rusia akan menguji coba pemutusan negaranya dari internet dunia. Pengujian ini diperkirakan akan terjadi sebelum 1 April 2019.

Tanggal itu merupakan hari terakhir bagi pembuat undang-undang untuk mengusulkan perubahan peraturan bernama Digital Economy National Program. Tes ini adalah aksi terbaru Kremlin untuk menciptakan internet berdaulat guna melindungi diri sendiri dari serangan siber agresif saat terjadi krisis, seperti ketika perang misalnya. 

Akan tetapi, percobaan itu dikhawatirkan akan berujung pada pembatasan dan kontrol ketat internet, mirip program penyensoran \'Great Firewall\' yang dilakukan pemerintah China.

Para pengamat mengatakan ini adalah bagian dari kecenderungan menciptakan apa yang dinamakan \'splinternet\', yakni internet tetap hidup, tetapi beda penampilannya bagi warga negara yang berlainan, bergantung kepada penyensoran pemerintah. Meskipun demikian, terdapat banyak pertanyaan tentang rencana Rusia untuk \'mencabut\' diri tersebut.

Mat Ford, manajer Technology Programme untuk Internet Society, mengatakan kalau Rusia sukses maka pengguna internet di Rusia dapat memasuki isi internet dan berhubungan dengan pengguna lain dengan memakai layanan yang diselenggarakan di dalam Rusia.

"Pengguna juga tidak bisa berkomunikasi dengan layanan lain di luar Rusia," ujarnya sebagaimana dikutip bbc.com, Minggu (10/3/2019).

Ford mengatkan bahwa terdapat dua hambatan teknis utama yang perlu diatasi. Pertama, provider layanan internet Rusia harus mengubah arah lalu lintas internet ke titik routing di dalam negeri. Ini berarti perusahaan-perusahaan yang terlibat dengan akses internet di Rusia harus memastikan bahwa semua data harus melewati titik pertukaran yang dikelola pengatur telekomunikasi Rusia, Roskomnazor.

Kedua, Rusia harus bergantung kepada kopi-nya sendiri untuk Domain Name System (DNS), petunjuk domain dan alamat internet dunia.
Hanya saja, menurut Ford, akan menjadi sangat sulit bagi pemerintah Rusia untuk memutuskan secara tegas situs internet dan server yang 100% Rusia karena banyak layanan bergantung pada berbagai kode dari internet global. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online