Peti Mati Ratu Elizabeth II Sudah Tiba di Edinburg
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Demonstran memprotes kontrol negara atas internet di Moskwa, Rusia, Minggu (10/3/2019)./Reuters-Shamil Zhumatov
Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah Rusia akan menguji coba pemutusan negaranya dari internet dunia. Pengujian ini diperkirakan akan terjadi sebelum 1 April 2019.
Tanggal itu merupakan hari terakhir bagi pembuat undang-undang untuk mengusulkan perubahan peraturan bernama Digital Economy National Program. Tes ini adalah aksi terbaru Kremlin untuk menciptakan internet berdaulat guna melindungi diri sendiri dari serangan siber agresif saat terjadi krisis, seperti ketika perang misalnya.
Akan tetapi, percobaan itu dikhawatirkan akan berujung pada pembatasan dan kontrol ketat internet, mirip program penyensoran \'Great Firewall\' yang dilakukan pemerintah China.
Para pengamat mengatakan ini adalah bagian dari kecenderungan menciptakan apa yang dinamakan \'splinternet\', yakni internet tetap hidup, tetapi beda penampilannya bagi warga negara yang berlainan, bergantung kepada penyensoran pemerintah. Meskipun demikian, terdapat banyak pertanyaan tentang rencana Rusia untuk \'mencabut\' diri tersebut.
Mat Ford, manajer Technology Programme untuk Internet Society, mengatakan kalau Rusia sukses maka pengguna internet di Rusia dapat memasuki isi internet dan berhubungan dengan pengguna lain dengan memakai layanan yang diselenggarakan di dalam Rusia.
"Pengguna juga tidak bisa berkomunikasi dengan layanan lain di luar Rusia," ujarnya sebagaimana dikutip bbc.com, Minggu (10/3/2019).
Ford mengatkan bahwa terdapat dua hambatan teknis utama yang perlu diatasi. Pertama, provider layanan internet Rusia harus mengubah arah lalu lintas internet ke titik routing di dalam negeri. Ini berarti perusahaan-perusahaan yang terlibat dengan akses internet di Rusia harus memastikan bahwa semua data harus melewati titik pertukaran yang dikelola pengatur telekomunikasi Rusia, Roskomnazor.
Kedua, Rusia harus bergantung kepada kopi-nya sendiri untuk Domain Name System (DNS), petunjuk domain dan alamat internet dunia.
Hanya saja, menurut Ford, akan menjadi sangat sulit bagi pemerintah Rusia untuk memutuskan secara tegas situs internet dan server yang 100% Rusia karena banyak layanan bergantung pada berbagai kode dari internet global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.