BPN Prabowo-Sandi Anggap Pendidikan Vokasi Jokowi Tak Banyak Berguna

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Senin, 04 Maret 2019 20:45 WIB
BPN Prabowo-Sandi Anggap Pendidikan Vokasi Jokowi Tak Banyak Berguna

Ledia Hanifa/Antara-Puspa Perwitasari

Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggap program pendidikan vokasi yang menjadi unggulan pemerintahan Joko Widodo tidak terlalu bermanfaat.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga Ledia Hanifa mengatakan pendidikan vokasi tidak efektif dalam memangkas jumlah pengangguran di Indonesia. Alih-alih mencetak tenaga kerja ahli dan sesuai permintaan dunia industri, lulusan pendidikan vokasi justru masih menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi.

“Di periode ini, pemerintah menyosialisasikan pendidikan vokasi, baik di SMA dengan SMK atau di perguruan tinggi dengan bidang vokasinya. Kita melihat bahwa yang katanya dahsyat itu, sebetulnya berapa persen yang terserap langsung di pekerjaan? Pada kenyataannya 11% dari pengangguran itu adalah lulusan SMK,” katanya di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Ledia menjelaskan tingginya angka pengangguran lulusan SMK menjadi indikator tidak ada kesinambungan antara sekolah dan dunia kerja. Hal itu terjadi lantaran pemerintah gagal menghadirkan guru-guru produktif yang memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Secara pendidikan memang kita masih sangat rendah, dan sejumlah persoalan di SMK karena tidak tersedianya cukup guru-guru produktif yang memberikan arahan dan pendidikan agar dia langsung diterima di dunia kerja,” jelasnya.

Ledia yang juga anggota DPR bidang pendidikan ini menuturkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia bisa menjadi ancaman di masa datang. Saat negara-negara lain menghadapi bonus demografi dengan memberikan pendidikan berkualitas kepada warganya, pemerintah justru absen dari dunia pendidikan.

“Angkatan kerja kita hanya akan menjadi pegawai-pegawai nonformal. Dan kalau kita bicara tentang bonus demografi, kita malah justru dikhawatirkan mendapatkan bencana demografi karena kualitas pendidikan yang masih sangat minim,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online