Target 100 GWp PLTS Indonesia Dinilai Jelas, Jaringan Jadi Tantangan
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Menkopolhuman Wiranto/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Reaksi Menko Polhukam Wiranto yang berani sumpah pocong terkait tuduhan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen yang menyebutnya dalang kerusuhan 1998 dinilai sebagai bentuk keberanian. Sebab, keberanian itu bisa membuat terang peristiwa tragedi 1998.
Menurut mantan aktivis 98 Taufan Hunneman, sumpah pocong adalah tradisi dan norma-norma yang berlaku secara adat istiadat di negeri ini. Biasanya, dilakukan untuk memutuskan perkara atau fitnah yang dilontarkan oleh seseorang, karena perkara itu biasanya minim pembuktian.
"Sehingga, dengan sumpah pocong diharapkan akan ada kebenaran hakiki jika tidak, maka akan mendapat laknat Tuhan”, ujar Taufan dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Bila muncul perdebatan antara sumpah prajurit dengan sumpah pocong, kata Taufan merupakan dua dimensi yang berbeda. Sebab, sumpah prajurit yang lebih menekankan pada kesetiaan kepada bentuk negara, ideologi dan konstitusi.
Ia justru mencurigai adanya skenario besar yang didalangi satu aktor intelektual dengan tujuan mendapatkan keuntungan politik. Bisa jadi, ada petinggi militer yang ingin mengambil keuntungan politik untuk kepentingan meraih kekuasaan kala itu.
Skenario yang dibangun sengaja memojokkan panglima ABRI, yang ketika itu dipegang Wiranto agar dicopot. Kemudian, secara bertahap, akan berlanjut pada pengambilalihan kekuasaan penuh. “Selalu terjadi upaya pengambilalihan dengan skenario memojokan orang kuat dan menyingkirkan orang kuat di tubuh militer, dalam hal ini panglima ABRI yang saat itu dijabat oleh Jenderal Wiranto," katanya.
Eks anggota Komite Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) itu menambahkan, peristiwa 98 adalah rangkaian cerita yang tidak putus dari teror terhadap mahasiswa, penculikan aktivis, hingga peristiwa kerusuhan Mei 98 yang bernuansa rasialis. Menurutnya, yang bisa menjadi dasar pijakan tentang siapa yang bertanggung jawab produk hukumnya adalah Mahmilub, yang telah memberhentikan Letjen Prabowo Subianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.