Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Menkopolhuman Wiranto/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Reaksi Menko Polhukam Wiranto yang berani sumpah pocong terkait tuduhan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen yang menyebutnya dalang kerusuhan 1998 dinilai sebagai bentuk keberanian. Sebab, keberanian itu bisa membuat terang peristiwa tragedi 1998.
Menurut mantan aktivis 98 Taufan Hunneman, sumpah pocong adalah tradisi dan norma-norma yang berlaku secara adat istiadat di negeri ini. Biasanya, dilakukan untuk memutuskan perkara atau fitnah yang dilontarkan oleh seseorang, karena perkara itu biasanya minim pembuktian.
"Sehingga, dengan sumpah pocong diharapkan akan ada kebenaran hakiki jika tidak, maka akan mendapat laknat Tuhan”, ujar Taufan dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Bila muncul perdebatan antara sumpah prajurit dengan sumpah pocong, kata Taufan merupakan dua dimensi yang berbeda. Sebab, sumpah prajurit yang lebih menekankan pada kesetiaan kepada bentuk negara, ideologi dan konstitusi.
Ia justru mencurigai adanya skenario besar yang didalangi satu aktor intelektual dengan tujuan mendapatkan keuntungan politik. Bisa jadi, ada petinggi militer yang ingin mengambil keuntungan politik untuk kepentingan meraih kekuasaan kala itu.
Skenario yang dibangun sengaja memojokkan panglima ABRI, yang ketika itu dipegang Wiranto agar dicopot. Kemudian, secara bertahap, akan berlanjut pada pengambilalihan kekuasaan penuh. “Selalu terjadi upaya pengambilalihan dengan skenario memojokan orang kuat dan menyingkirkan orang kuat di tubuh militer, dalam hal ini panglima ABRI yang saat itu dijabat oleh Jenderal Wiranto," katanya.
Eks anggota Komite Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) itu menambahkan, peristiwa 98 adalah rangkaian cerita yang tidak putus dari teror terhadap mahasiswa, penculikan aktivis, hingga peristiwa kerusuhan Mei 98 yang bernuansa rasialis. Menurutnya, yang bisa menjadi dasar pijakan tentang siapa yang bertanggung jawab produk hukumnya adalah Mahmilub, yang telah memberhentikan Letjen Prabowo Subianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora